Peti Mati Ratu Elizabeth II Sudah Tiba di Edinburg
Rombongan pemakaman yang membawa peti mati Ratu Elizabeth II tiba di kediaman resminya di Edinburgh, Holyroodhouse.
Pemilu legislatif/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemilu di Indonesia berbiaya mahal. Rendahnya sumbangan dana publik terhadap partai politik yang disertai cakupan wilayah kampanye yang luas menjadi penyebabnya.
Demikian disimpulkan oleh sejumlah pengamat dalam mencermati persaingan antarparpol dan antarkandidat menjelang Pemilu 2019.
Menurut peneliti Centre for Strategic for International Studies (CSIS) Arya Fernandes, masyarakat Indonesia tidak mempunyai tradisi dalam menyumbang kepada partai atau kandidat.
“Hal ituterjadi karena rendahnya tingkat kedekatan publik dengan partai,” katanya, Kamis (20/12/2018).
Sementara itu faktor lainnya adalah basis pembentukan partai yang sangat elite sentris. Artinya, cukup banyak pengurus partai yang berasal dari kedekatan hubungan keluarga dan kelompok elite.
Menurut Arya , dana APBN tidak cukup untuk membiayai aktivitas dan kegiatan partai dan calon presiden. Karena itulah biaya kampanye membengkak akibat tingginya tingkat kompetisi baik antarpartai maupun internal partai.
“Di tingkat capres, geografi yang luas selain pemilih yang besar juga memengaruhi biaya kampanye,” tuturnya.
Agung Baskoro, peneliti dari lembaga survei Poltracking Indonesia, mengemukakan bahwa terkait persaingan Pilpres 2019, tidak banyak dinamika yang muncul. Pasalanya, secara terbuka calon petahana untuk sementara masih unggul.
Hal itu turut dipengaruhi oleh banyaknya kubu penantang yang menyeberang selain perdebatan substantif terkait program yang minim.
“Kondisi ini membuat para penyandang dana cenderung meminimalkan pengeluaran untuk para petarung karena sudah menduga-duga siapa yang keluar sebagai pemenang,” ujarnya.
Bengkaknya biaya kampanye saat ini juga karena inflasi penambahan TPS (Tempat Pemungutan Suara).” Penambahan TPS juga diikuti biaya saksi yang harus dipenuhi,” ujarnya.
Karena itulah dia berharap negara mesti tampil untuk memenuhi masalah pembiayaan secara menyeluruh. Pasalnya, pemilu merupakan variabel utuh dari paket pembangunan ekonomi untuk menjamin pemilu berlangsung aman dan lancar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Rombongan pemakaman yang membawa peti mati Ratu Elizabeth II tiba di kediaman resminya di Edinburgh, Holyroodhouse.
Cek rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif murah dan sistem pembayaran cashless. Solusi transportasi praktis di Jogja.
Film horor Monster Pabrik Rambut hadir dengan teror dunia kerja dan nuansa retro tanpa mengandalkan jumpscare.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY berkolaborasi menggenjot budaya literasi lewat Program Bedah Buku
Jadwal KA Bandara YIA 2026 lengkap dari Tugu Jogja ke YIA. Transportasi cepat, bebas macet, dan tepat waktu.
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.