Alwi Farhan Ungkap Kunci Kemenangan atas Chou Tien-Chen
Alwi Farhan mengalahkan Chou Tien-Chen di perempat final Asian Games 2026 dan menyebut kontrol emosi sebagai kunci kemenangan.
Penyidik KPK Novel Baswedan didampingi istrinya Rina Emilda. /Antara Foto-Muhammad Iqbal
Harianjogja.com, JAKARTA-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali minta ketegasan Presiden Joko Widodo terkait pengungkapan kasus penyerangan terhadap dirinya yang terjadi pada 11 April 2017.
"Saya pribadi berharap Bapak Presiden benar-benar punya kemauan yang kuat dan kami juga doakan semoga Bapak Presiden punya keberanian untuk berani mengungkap masalah ini," kata Novel dalam acara peluncuran "Jam Hitung Penyerangan Novel Baswedan" di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/12/2018).
Menurut Novel, kasus penyerangannya bukan masalah yang kecil dan sederhana sehingga perlu sikap berani dari Presiden.
"Perlu kekuatan yang besar yang tentu dalam hal ini adalah Bapak Presiden yang kami harapkan yang paling kuat di negara ini, yang memimpin negara kita untuk berani menunjukkan sikap yang tegas agar upaya pengungkapan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh tidak dibiarkan dan tidak abaikan," ucap Novel.
Ia pun kembali meminta Presiden Jokowi untuk segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) guna mengungkap kasusnya tersebut.
"Desakan dari saya, dari beberapa kelompok termasuk Wadah Pegawai KPK kepada Bapak Presiden agar mau membentuk TGPF agar langkah-langkah yang dilakukan bisa lebih optimal bisa lebih efektif. Tentunya sangat memalukan, sangat memilukan ketika ada aparatur negara diserang dan kemudian itu dibiarkan," tuturnya.
Novel menyatakan bahwa sangat disayangkan jika kasus penyerangan dirinya diabaikan karena hal itu berhubungan dengan upaya pemberantasan korupsi.
"Saya dalam beberapa kesempatan mengulangi bahwa kalau ini tidak diungkap maka ke depan orang-orang yang berjuang untuk berantas korupsi saya khawatir semakin turun keberaniannya. Saya juga khawatir orang-orang yang menyerang selama ini semakin berani untuk menyerang dan itu sangat berbahaya," ujar Novel.
Hari ini, tepat 609 hari setelah Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Alwi Farhan mengalahkan Chou Tien-Chen di perempat final Asian Games 2026 dan menyebut kontrol emosi sebagai kunci kemenangan.
Laga Persiku Kudus vs PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung Bantul batal digelar karena rekomendasi keamanan dari polisi tak terbit.
Borobudur 100 di Magelang pada 19-20 Desember 2026 menggabungkan olahraga lari dengan aksi sosial untuk membantu penyandang cerebral palsy.
Potensi perputaran ekonomi haji dan umrah Indonesia mencapai Rp80 triliun. Kemenhaj mendorong UMKM masuk rantai pasok pasar Arab Saudi.
BMKG memprakirakan gelombang hingga 4 meter di pantai selatan DIY pada 28 September 2026. Wisatawan diminta tidak berenang.
Kemenhub memperkuat pengawasan tiga lapis keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana di seluruh sektor operasional.