Krematorium di Semarang Penuh, Jenazah Nh Dini Akan Dikremasi di Ambarawa

Newswire
Newswire Rabu, 05 Desember 2018 06:17 WIB
Krematorium di Semarang Penuh, Jenazah Nh Dini Akan Dikremasi di Ambarawa

Novelis Nh Dini. /ANTARA-Teresia May

Harianjogja.com, SEMARANG - Kecelakaan lalu lintas telah merenggut nyawa penulis novel legendaris Nh Dini. Ia meninggal dunia, setelah mengalami kecelakaan di Tol Tembalang KM 10 Semarang, Jawa Tengah, Selasa (4/12/2018) sekitar jam 11.00 WIB.

Jenazah Nh Dini rencananya dikremasi di sebuah krematorium di Ambarawa Kabupaten Semarang Jawa Tengah pada Rabu (5/12/2018). Pada Selasa malam, jenazahnya setelah diambil dari RS Elisabeth dibawa pihak keluarga ke Wisma Lansia Harapan Asri di Banyumanik.

"Beliau minta dikremasi. Tapi yang di Semarang full semua, ada delapan slot tapi sudah penuh. Kemudian kita konfirmasi ke Ambarawa, dinyatakan bisa. Diberangkatkan jam 9-10 pagi besok [Rabu 5 Desember]," ujar keponakan mendiang NH Dini, Paulus, saat dijumpai di RS Elisabeth, Selasa (4/12/2018).

Paulus menyebut anak Nh Dini yang bernama Pierre Louis Padang Coffin hingga saat ini masih berada di Prancis. Untuk itu, proses kremasi kemungkinan tak menunggu kepulangan putranya tersebut. Sementara anak pertama yakni, Marie Claire Lintang Coffin berada di Kanada.

"Kalau untuk Lintang [Marie Claire Lintang Coffin] itu di Internasional School Teacher di Kanada, tinggal di sana. Tapi kebetulan dia sedang tugas di Bandung, dan saat ini sedang dijemput untuk pulang," tukas Paulus yang selalu memanggil Nh Dini dengan sebutan eyang bibi itu.

Diberitakan sebelumnya, Nurhayati Srihardini Siti Nukatin atau yang dikenal dengan Nh Dini meninggal usai terlibat kecelakaan lalu lintas di Tol Tembalang, Kota Semarang. Dia sempat dibawa ke RS Elisabeth untuk mendapat perawatan, namun nahas, nyawanya tak tertolong.

Almarhumah ini dikenal sebagai sastrawan, feminis, serta novelis itu meninggalkan dua orang anak, yakni Marie Claire Lintang Coffin dan Pierre Louis Padang Coffin. Selain itu, perempuan kelahiran Semarang pada 1936 itu juga memiliki empat orang cucu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : okezone.com

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online