Solo Prioritaskan Guru dan Nakes di CASN 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Terduga pelaku pembunuhan Dufi/Ist via Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA – Fakta baru terkait pembunuhan mantan wartawan nasional Abdullah Fitri terungkap.
Satu demi satu fakta mengenai pembunuhan Abdullah Fitri Setiawan alias Dufi mulai terkuak. Berdasarkan hasil penyidikan, Dufi ternyata sudah sering menyambangi kediaman pasangan suami-istri (pasutri) yang merupakan tersangka pembunuhan tersebut.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, Dufi telah beberapa kali datang ke rumah M Nurhadi dan istrinya Sari Murni, di kawasan Bogor, sendirian.
"Beberapa kali datang ke rumah tersangka. Tidak pernah bawa keluarga, sendiri terus ke rumah tersangka," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2018).
Karena sering datang dengan membawa sejumlah barang mewah, Dedi mengungkapkan, niat jahat dari pasutri tersebut untuk menguasai aset Dufi itu muncul. Alhasil, mereka membunuh Dufi.
"Sehingga timbul niat saudara M ke istri karena melihat D punya harta dan barang-barangnya cukup mewah," tutur Dedi.
Kendati begitu, motif atau alasan Dufi sering mendatangi rumah tersangka itu masih misterius. Sejauh ini, kata Dedi, korban mengenal dan menjalin perkawanan dengan tersangka berawal dari grup di media sosial (medsos).
"Sementara komunikasi berteman, jalin komunikasi di medsos. Tersangka M dan S karena terbelit ekonomi, salah satu cara untuk pulih menguasai harta D," ungkap Dedi.
Terbaru, polisi telah menemukan mobil milik Dufi yang dibawa pelaku lain di Lampung Utara, Provinsi Lampung. Mobil Innova berwarna putih dan tanpa pelat nomor tersebut ditemukan di depan gudang manisan di Desa Candi Mas, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara.
Dedi menambahkan, setelah dilakukan uji laboratorium, nomor kerangka mesin mobil tersebut identik dengan milik dari Dufi yang dibawa ketika datang ke rumah pasutri tersebut. Saat ini, polisi masih menunggu uji laboratorium dari bercak darah yang ditemukan dalam kendaraan roda empat itu. "Kalau rangka mesin identik mobil yang digunakan D," ujar Dedi.
Sejauh ini, polisi telah menangkap tiga pelaku pembunuhan tersebut. Mereka adalah M Nurhadi dan istrinya, Sari Murni, serta Yudi Alias Dasep.
Di sisi lain, jajaran kepolisian juga sedang memburu dua tersangka lainnya yang terlibat dalam pembunuhan mayat dalam drum ini. Mereka adalah Z (Zaenal) dan W.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.