Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. /Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA- Pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang meramalkan Jakarta bakal tenggelam pada 2025 dibenarkan Ilmuwan Prof Wayan Suparta.
Menurut Wayan, dengan kondisi Jakarta yang terus mengalami penurunan tanah maka dapat dipastikan Jakarta akan tenggelam pada 2025.
Wayan mengatakan, jika kecepatan penurunan permukaan tanah di Jakarta mencapai 20 hingga 25 sentimeter per tahun ditambah dengan faktor eksternal seperti perubahan iklim, maka dapat dipastikan Jakarta akan tenggelam. Pasalnya, permukaan tanah di Jakarta akan lebih rendah dari permukaan air laut.
"Jadi dengan adanya perubahan iklim dan penggalian tanah, memang betul kemungkinan 2025 Jakarta akan tenggelam digenangi air," kata Wayan kepada Suara.com-jaringan Harianjogja.com, Senin (26/11/2018).
Meski demikian, Wayan menegaskan tidak seluruh wilayah Jakarta yang akan tenggelam pada 2025. Wayan memprediksi hanya wilayah Jakarta Utara saja yang akan digenangi air.
Pasalnya, wilayah utara Jakarta yang berada di tepi pantai sangat memungkinkan terjadi intrusi air laut. Terlebih perubahan iklim yang terjadi cukup ekstrem menyebabkan permukaan air laut meningkat sementara permukaan tanah di wilayah utara terus mengalami penurunan.
"Bukan seluruhnya, tapi hanya di bagian utara. Tapi itu belum sampai lah ke keseluruhan Jakarta. Bukan tenggelam seperti Monas hanya kelihatan pucuknya saja, bukan," tegas Wayan.
Ilmuwan lulusan doktoral bidang elektronika di Universiti Kebangsaan Malaysia yang telah berhasil meraih gelar profesor ini menjelaskan, dari hasil penelitian diketahui jenis tanah di Jakarta merupakan tanah aluvial atau tanah endapan. Jenis tanah ini memiliki karakteristik yang sulit untuk menyerap air.
Belum lagi, saat ini warga Jakarta gencar melakukan penggalian tanah guna menyedot air tanah dalam. Sehingga, cadangan air di dalam habis dan menyebabkan permukaan tanah amblas.
Kondisi penurunan tanah yang berakibat pada tenggelamnya Jakarta pun akan diperparah jika pemerintah setempat tidak segera melakukan tindakan. Bukan tidak mungkin, pernyataan Prabowo yang menyebutkan Jakarta tenggelam akan benar-benar menjadi kenyataan.
"Kalau tidak ada usaha sama sekali dari pemerintah kemudian penggalian sumur terus menerus dilakukan, betul itu wilayah Jakarta Utara akan tenggelam," pungkas Wayan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Kunjungan wisata di Bantul melonjak enam kali lipat selama libur Kenaikan Yesus Kristus 2026. Pantai Parangtritis tetap menjadi primadona wisatawan
Ketahui 4 ciri hewan kurban yang tidak sah menurut syariat Islam agar ibadah kurban Anda diterima dan sesuai ketentuan.
Umat Buddha Kulonprogo gelar Tribuana Manggala Bakti di Sungai Mudal sebagai rangkaian Waisak 2026 dengan konsep ekoteologi dan pelestarian alam.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.