Polisi : Kantor PT Nila Alam Dijadikan Markas Preman oleh Komplotan Hercules

Newswire
Newswire Kamis, 22 November 2018 18:05 WIB
Polisi : Kantor PT Nila Alam Dijadikan Markas Preman oleh Komplotan Hercules

Kantor PT Nila Alam dijadikan markas preman suruhan Hercules./Suara.com-Walda

Harianjogja.com, JAKARTA- Polisi menyebut Kantor PT Nila Alam dijadikan markas preman oleh komplotan Hercules Rosario Marshal.

Hercules Rosario Marshal diduga mengerahkan para preman untuk bisa menduduki PT Nila Alam, Kalideres, Jakarta Barat. Bahkan, komplotan preman suruhan Hercules menyulap kantor pemasaran itu sebagai markas sejak September 2018 lalu.

"Mereka [kawanan Hercules] sudah sekitar tiga bulanan lah di situ. Hampir setiap hari mereka di situ" ujar Epi, petugas keamanan PT Nila Alam saat ditemui Suara.com-jaringan Harianjogja.com di PT Nila Alam, Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (22/11/2018).

Epi mengaku anak buah Hercules kerap bergantian tinggal di kantor tersebut. Setiap hari ada sekitar 3-4 orang bertugas menjaga kantor. Namun, Epi mengaku tak tahu apa saja yang dikerjakan kawanan preman itu di dalam ruangan.

"Mereka kadang ganti-gantian. Hampir 24 jam di situ terus," jelasnya.

Tak hanya menduduki PT Nila Alam, para preman suruhan Hercules diduga kerap mengintimidasi pemilik ruko agar bisa menyetorkan uang keamanan.

Sebelumnya, aparat Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat membekuk mantan preman sekaligus penguasa Tanah Abang Hercules karena dianggap menjadi dalang aksi pengerahan puluhan preman untuk menyerang dan memeras PT. Nila di Kalideres, Jakarta Barat.

Hercules memimpin kelompok preman yang berjumlah 60 orang untuk melakukan penyerangan dan penguasaan lahan secara tidak sah. Selain itu, Hercules turut memintai uang secara paksa kepada penghuni ruko sebesar Rp500.000 per bulan.

Hercules ditangkap tanpa perlawanan di kediamannya, Kompleks Kebon Jeruk Indah, Blok E 12 A, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (21/11/2018).

Penangkapan Hercules merupakan hasil dari pengembangan setelah sebelumnya polisi menangkap para preman yang menjadi anak buah Hercules. Hingga kini, polisi masih melakukan pengembangan terhadap dugaan premanisme lainnya.

Dalam kasus ini, Hercules dijerat Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tak menyenangkan dan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Suara.com

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online