Rhoma Irama Kembali Tampil di Malaysia Setelah 20 Tahun Absen
Rhoma Irama kembali tampil di Malaysia setelah sekitar 20 tahun absen. Bersama Soneta, ia mengguncang Latihan Pestapora di Kuala Lumpur.
Tembok beton Sekolah Dasar Negeri 141 Kota Pekanbaru roboh./Ist-Okezone
Harianjogja.com, PEKANBARU -Tembok beton Sekolah Dasar Negeri 141 Kota Pekanbaru roboh yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Korban meninggal bertambah menjadi dua orang, setelah salah seorang siswa bernama William Maleaki yang sempat kritis mengembuskan napas terakhir ketika menjalani penanganan medis intensif di Rumah Sakit Syafira Pekanbaru, Riau.
Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto di Pekanbaru, Rabu, menjelaskan sebelum meninggal dunia korban sempat kritis akibat tertimpa tembok beton setinggi dua meter dan sepanjang enam meter pada Rabu (14/11/2018) pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. William (7), merupakan siswa kelas V SD Negeri 141 Pekanbaru dan menjadi salah satu dari enam korban yang tertimpa tembok tersebut.
Sebelum William, seorang korban meninggal lainnya yakni Yanita Octavilozy. Yanita merupakan siswa SMA Negeri 14 Pekanbaru yang menjadi korban meninggal dalam insiden tersebut saat mengantarkan adiknya bernama Rasyad Agus Triono (11). Beruntung, Rasyad berhasil diselamatkan dan hanya mengalami luka ringan dalam insiden itu.
"Jadi sejauh ini korban meninggal sudah dua," ujar Santo.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa tengah menyelidiki dugaan unsur pidana dalam insiden robohnya tembok Sekolah Dasar Negeri 141 Kecamatan Bukit Raya yang menyebabkan seorang siswa warga meninggal dunia, dan dua siswa mengalami luka-luka di mana satu di antaranya tengah kritis dan mendapat perawatan intensif.
"Apakah perbuatan ini melawan hukum atau ada unsur kesengajaan atau kelalaian, biarkan proses penyelidikan yang bekerja," kata Kombes Pol Susanto di tempat kejadian robohnya tembok beton tersebut.
Ia menjelaskan bahwa jajarannya masih terus berupaya mengumpulkan keterangan dan menyita sejumlah barang bukti termasuk lima unit sepeda motor yang turut tertimpa tembok setinggi dua meter dan sepanjang enam meter tersebut. Selain itu, dia juga menerangkan jajarannya turut terus mengumpulkan keterangan para saksi mata dalam insiden memilukan yang terjadi pukul 07.00 WIB pagi tadi tersebut.
"Sekarang terlalu dini kita menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab [dalam insiden ini]," lanjutnya.
Dari penelusuran di tempat kejadian perkara, sejumlah warga menyebutkan bahwa insiden robohnya tembok tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.
"Jam itu merupakan jam sibuk karena begitu banyak orang tua atau pengantar anak untuk masuk sekolah," kata salah seorang warga yang mengaku akrab disapa Mama Arif.
Perempuan yang keseharian berjualan persis di depan tembok itu mengatakan kejadian tersebut berlangsung begitu cepat. Bahkan dirinya mengaku terkejut ketika pagar sepanjang enam meter dengan tinggi sekitar dua meter itu tiba-tiba ambruk dan mengeluarkan dentuman keras.
"Setelah pagar roboh, saya langsung melihat darah mengalir dari balik tembok. Kami semua sudah berusaha membantu korban namun tak sanggup mengangkat tembok itu. Baru beberapa menit kemudian tiba bantuan dari Damkar dan polisi," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Rhoma Irama kembali tampil di Malaysia setelah sekitar 20 tahun absen. Bersama Soneta, ia mengguncang Latihan Pestapora di Kuala Lumpur.
Chip AI Nvidia Jetson Orin ditemukan pada sisa rudal Rusia S-71M. GUR menduga komponen itu terkait kemampuan otonom rudal.
Polri mengirim 21 personel SAR, 10 anjing K-9, logistik 2,5 ton, dan Wi-Fi portable untuk membantu pencarian korban gempa NTT.
Hacker Iran diduga menyerang puluhan fasilitas air AS. Serangan mengganggu operasional dan mengekspos kerentanan sistem air.
DPRD DIY mendesak sanksi tegas hingga pencabutan izin SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan MBG. Sebanyak 415 dari 424 SPPG telah ber-SLHS.
Dana Transfer ke Daerah atau TKD 2027 mencapai Rp735 triliun, naik Rp42 triliun, tetapi masih 20,1% di bawah alokasi 2025.