New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Ilustrasi pembalut./shutterstock
Harianjogja.com, SEMARANG – Kecanduan air rebusan pembalut kini tengah tren di kalangan anak di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah akhirnya angkat bicara tentang maraknya anak-anak yang kecanduan minum air rebusan pembalut wanita. Pembalut yang berfungsi menyerap darah haid menggunakan bahan kimia senyawa klorin untuk pemutih pakaian dan pembersih lantai.
“Kalau pembalut itu (isi gel) biasanya untuk pemutih dan desinfektan yaitu menggunakan klorin. Lalu juga bahan yang menyerap, karena fungsinya pembalut adalah menampung atau menyerap darah haid,” kata Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo, Jumat (9/11/2018).
“Sebenarnya kalau semacam klorin biasa kita pakai di kebutuhan rumah tangga, pemutih pakaian, pembersih lantai. Lalu juga desinfektan kolam renang dan sebagainya. Bahan seperti itu banyak digunakan rumah tangga. Manfaatnya banyak, tapi yang menjadi masalah bukan manfaatnya tapi penyalahgunaannya,” terangnya.
“Kalau masuk ke tubuh dampaknya dalam jangka panjang tentunya mengganggu kesehatan kita, mengganggu organ-organ kita. Bisa menjadi karsinogenik dan sebagainya,” lugas dia.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menemukan kasus tersebut di beberapa daerah. Kebanyakan mereka adalah anak-anak muda yang mendiami wilayah pinggiran kota, seperti Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang, serta di Kota Semarang bagian timur.
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah, AKBP Suprinarto, menyebut, anak-anak yang mulai kencanduan mengonsumsi air rebusan pembalut masih pada usia pelajar yakni 13-16 tahun. Keterbatasan ekonomi menjadi alasan utama bagi anak-anak tersebut, karena tak mampu membeli sabu yang harganya mencapai jutaan rupiah per gram.
“Narkotika ini pada kelompok tertentu mungkin mahal, sehingga pada kelompok masyarakat tertentu bagi anak-anak ini yang masih mencoba terutama anak jalanan, juga pingin seperti itu [mengonsumsi sabu],” kata Suprinarto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Musim hujan diperkirakan mundur akibat El Nino. Pakar UGM meminta petani menyesuaikan kalender tanam dan memperkuat diversifikasi pangan.
Wellnesia mengembangkan wellness tourism di Jogja dengan memadukan aktivitas kesehatan, budaya Jawa, komunitas, dan kepedulian terhadap alam.
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.
Taj Yasin mencari terobosan pembiayaan hijau bagi IKM Jateng karena biaya awal teknologi ramah lingkungan masih mahal.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.