Pajak Kendaraan Jateng Nunggak Rp2,4 Triliun, Ini Datanya
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Ilustrasi pembalut./shutterstock
Harianjogja.com, SEMARANG - Sejumlah anak di Jawa Tengah belakangan marak kecanduan air rebusan pembalut yang sensasinya dianggap seperti mengonsumsi narkoba.
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng mengajak semua pihak ikut berperan aktif menangani kasus anak-anak kecanduan minum air rebusan pembalut wanita. Meski tidak masuk dalam daftar zat adiktif yang dilarang undang-undang, namun air rebusan pembalut disebut bisa menimbulkan efek fly hingga kecanduan.
“Ini menjadi keprihatinan, karena kalau enggak ditangani (BNN), siapa yang menangani? Kabid Brantas BNN Jateng menemukan kok ada anak merebus pembalut pada mabuk, itu rasanya seperti mendekati pakai sabu. Itulah yang membuat Kabid Brantas bukan soal hukum lagi, tapi bagaimana masyarakat ini bisa teredukasi,” kata psikolog Indra Dwi Purnomo, Kamis (8/11/2018).
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Katholik (Unika) Soegijapranoto Semarang itu mengatakan, air rebusan pembalut tak hanya membahayakan kesehatan juga berdampak pada perilaku menyimpang. Anak-anak akan mudah kehilangan konsentrasi dan kesadaran. Bahkan, jika kebiasaan buruk itu tak segera ditanggulangi juga bisa berujung pada tindak kriminal.
"Mereka memang ada yang berhalusinasi, ada yang mengatakan fly. Tapi data eviden dari Dinas Kesehatan mengenai kandungan bahan kimia dalam gel pembalut kita belum tahu. Mungkin itu bisa masuk zat adiktif lainnya, cuma ini perlu didalami lagi,” tukas Indra.
Dia mengaku bekerjasama dengan BNN Jateng untuk menangani anak-anak pecandu air rebusan pembalut wanita yang tersebar di beberapa daerah. Mereka berusia 13-16 tahun yang berasal dari daerah-daerah pinggiran seperti Rembang, Pati, Purwodadi, Kudus, dan Semarang bagian timur.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, AKBP Suprinarto, menuturkan, perlu pelibatan lintas instansi agar bisa menangani anak-anak pecandu pembalut rebus. Pemerintah harus hadir agar tak semakin banyak anak yang menjadi korban sekaligus pelaku eksperimen mencari kesenangan sesaat tersebut.
“Untuk kandungan gel, bahan kimianya apa saja perlu departemen lain yang meneliti. Termasuk anak-anak ini kan rata-rata karena kurang hiburan, mereka butuh kesenangan. Maka perlu lokasi wisata untuk refreshing, itu tentu oleh departemen yang berbeda lagi. Lalu dari pihak keluarga juga harus ikut berperan, dan ini kan ada departemen tersendiri yang menangani,” bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Prakiraan cuaca DIY Rabu 23 September 2026, Kota Jogja mencapai 33 derajat Celsius. Simak suhu dan kelembapan lima wilayah.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, tanggal, jam pelayanan pagi dan malam, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini 23 September 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal SIMMADE, SIMENOR, Satpas dan syarat perpanjangan.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIMMADE, SIMPITU hingga layanan malam. Cek lokasi dan syaratnya.
Jadwal SIM Sleman Rabu 23 September 2026 tersedia di MPP Sleman. Cek lokasi, jam layanan, jenis SIM, dan syarat perpanjangan.