Sidang Perdana Yaqut Cholil, KPK Urai Dugaan Korupsi Kuota Haji
Yaqut Cholil menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji. KPK akan mengurai konstruksi perkara dan potensi kerugian Rp622 miliar.
Ilustrasi banjir/ANTARA FOTO-Syifa Yulinnas
Harianjogja.com, PEKANBARU-Sekitar 4.384 rumah di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, tergenang banjir. Banjir tersebut akibat tingginya curah hujan selama sepekan terakhir ini.
"Ada 4.384 rumah warga yang terdampak banjir berdasarkan data terakhir tanggal 7 November. Selain rumah, ada satu bangunan SMP yang juga terkena dampak banjir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (8/11/2018).
Edwar menjelaskan banjir disebabkan tingginya curah hujan yang membuat Sungai Kuantan meluap. Selain itu, ada juga pengaruh banjir kiriman dari daerah hulu, yakni dari Kabupaten Kuantan Singingi dan Provinsi Sumatera Barat.
Berdasarkan laporan terakhir, lanjutnya, ketinggian air mencapai 6,5 meter. Meski begitu, ketinggian air fluktuatif dan bisa berkurang karena sebagian wilayah berada di Daerah Aliran Sungai (DAS).
Banjir melanda 44 desa di 11 kecamatan di daerah itu, termasuk satu bangunan SMP dan Pos Kesehatan. Total rumah yang terdampak banjir mencapai 4.384 unit.
Ia mengatakan hingga kini belum ada warga yang mengungsi akibat dampak banjir tersebut.
Ia menambahkan, aktivitas belajar dan mengajar di SMP yang terkena dampak banjir juga dilaporkan masih berjalan.
Menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan tenda pengungsian apabila warga akhirnya memutuskan untuk tidak tinggal di rumah yang kebanjiran.
"Belum ada warga terdampak banjir yang mengungsi dari rumah mereka. Namun petugas kita menyiagakan peralatan pengungsian berupa tenda jika tiba-tiba warga membutuhkannya," katanya.
Adapun kecamatan yang terdampak bencana banjir itu antara lain, Kecamatan Pasir Penyu, Rengat, Kuala Cenaku, Rengat Barat, Lirik, Lubuk Batu Jaya, Peranap, Rakit Kulim, Batang Peranap, Kelayang, serta Sei Lala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yaqut Cholil menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji. KPK akan mengurai konstruksi perkara dan potensi kerugian Rp622 miliar.
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
BGN meminta guru mengedukasi siswa agar MBG dikonsumsi sesuai ketentuan dan tidak dibawa pulang karena berisiko memicu keracunan.
IHSG ditutup turun 1,53% ke 6.267,88. Pasar menanti hasil tinjauan MSCI Agustus yang diumumkan 12 Agustus 2026.
Belanja pegawai Kulonprogo masih di atas 30% APBD. DPRD mendorong efisiensi birokrasi dan penguatan PAD tanpa mengurangi layanan publik.
Progres Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman mencapai 88 persen. Proyek dikebut agar bisa difungsionalkan saat Nataru.