Jaksa Tuding Ada Skema Tersembunyi di Kasus Chromebook Nadiem
Jaksa mengungkap dugaan skema organisasi bayangan dan konflik kepentingan dalam kasus Chromebook yang menjerat Nadiem Makarim. Tuntutan mencapai Rp5,67 triliun.
Rizieq Shihab/Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA-Soal kabar Rizieq Shihab yang ditangkap serta diminta keterangan oleh kepolisian Arab Saudi, Pengacara pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera angkat bicara.
Kapitra mengatakan, Rizieq bukanlah diperiksa melainkan diminta konfirmasi karena ada bendera bertuliskan kalimat tauhid di tembok rumahnya. Sebab, kata Kapitra, bendera bertuliskan kalimat tauhid tersebut diduga dipasang oleh seseorang.
"Konfirmasi saja sebenarnya, diduga ada orang yang naruh bendera tulisan kalimat tauhid di tembok mau masuk rumahnya jadi dikonfirmasi saja," ujar Kapitra kepada Suara.com, Rabu (7/11/2018).
Menurut dia, permasalahan tersebut sudah selesai. Hal itu diketahuinya lantaran Rizieq Shihab langsung menghubungi Ustaz Haikal Hassan, Penasihat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).
"Sudah clear. Kebetulan dia [Rizieq] telpon Haikal Hasan, saya lagi sama Haikal Hasan. Itu kan bukan dia [Rizieq] yang naruh, bukan apa-apa orang di luar pager tembok kok. Selama ini nggak ada itu," ungkap Kapitra.
Sementara itu, Sugito Atmo Prawiro, pengacara Rizieq hingga kini belum berkomunikasi dengan Rizieq. Karenanya, ia belum bisa mengomentari kabar penangkapan atau pemeriksaan Rizieq oleh kepolisian Arab Saudi.
"Saya belum komunikasi dengan beliau [Rizieq] bahkan saya mengomentari pun terhadap gambar yang dikirimkan ke saya katanya beliau diperiksa, saya tidak tahu," ucap Sugito kepada Suara.com, Rabu (7/11/2018).
Untuk diketahui, sejumlah foto Rizieq Shihab di tengah kerumuman polisi Saudi beredar melalui WhatsApp, yang juga didapat Suara.com, Selasa (6/11/2018).
Diduga, Rizieq Shihab diamankan aparat kepolisian karena tepergok memajang bendera Hizbut Tahrir di dinding rumahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Jaksa mengungkap dugaan skema organisasi bayangan dan konflik kepentingan dalam kasus Chromebook yang menjerat Nadiem Makarim. Tuntutan mencapai Rp5,67 triliun.
KPK memeriksa Dirut PT Catur Elang Perkasa terkait dugaan korupsi investasi dan pinjaman jangka panjang PPT Energy Trading.
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.