Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Warga mengambil sisa-sisa bangunan yang masih bisa digunakan di lokasi terdampak pergerakan atau pencairan tanah (likuifaksi) di Balaroa Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (14/10/2018)./ANTARA FOTO-Yusran Uccang
Harianjogja.com, JAKARTA - Kerugian akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai hingga Rp15,29 triliun.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total kerugian dan kerusakam yang diakibatkan bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai Rp15,29 triliun. Rinciannya yakni kerugian mencapai Rp2,02 triliun sementara kerusakan angkanya mencapai Rp 13,27 triliun.
Jumlah ini diperkirakan terus bertambah karena perhitungan kerugian dan kerusakan masih terus diperbarui.
"Diperkirakan angka ini masih akan terus bertambah mengingat basis data perhitungan kerugian kerusakan masih terbatas. Sehingga semakin lengkap data maka jumlah kerugian kerusakan tentu juga akan bertambah," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jalan Pramuka Raya, Jakarta Timur, Jumat (26/10/2018).
Menurut Sutopo definisi kerusakan adalah nilai kerusakan dari stok fisik dan aset, sementara definisi kerugian yakni arus ekonomi yang terganggu akibat bencana seperti pendapatan yang hilang.
"Biasanya kerugian lebih besar dari kerusakan. Kalau perhutungan saat ini bahwa kerugian nilainya masih kecil karena datanya basisnya masih sementara. Jadi kerugian dan kerusakan akibat dampak bencana diperkirakan masih akan terus bertambah," jelas Sutopo.
Sutopo merincikan dari total Rp 15,29 triliun itu, 50 persen diantaranya merupakan kerusakan dan kerugian yang dialami Kota Palu. BNPB mencatat kerusakan dan kerugian di Kota Palu mencapai Rp 7,6 triliun. Sementara di Sigi Rp 4,9 triliun, Donggala Rp 2,1 triliun dan terkecil di Parigi Moutong sebesar Rp 631 miliar.
Kota Palu menjadi yang paling banyak mengalami kerusakan dan kerugian karena selain gempa juga ada gelombang tsunami yang tingginya mencapai 11,3 meter. Selain itu adapula daerah yang mengalami likuifaksi atau penurunan tanah akibat memadatnya volume lapisan tanah. Kondisi ini terjadi di Perumnas Balaroa, Palu Barat dan di wilayah Petobo.
"Padahal pusat gempa di Donggala," kata Sutopo.
Selain karena faktor alam, kerugian dan kerusakan paling besar terjadi di Kota Palu karena adanya aset-aset ekonomi di Palu yang jumlahnya lebih besar dibandingkan daerah terdampak lainnya.
Sutopo mengatakan pemerintah terus mengupayakan agar perekonomian di Kota Palu kembali normal dan perlahan mengalami peningkatan.
"Kita memerlukan waktu untuk membangun kembali yang lebih baik untuk meningkatkan ekonomi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus