Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah ke Rp17.930 per Dolar AS
Rupiah hari ini diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.880-Rp17.930 per dolar AS setelah menguat pada perdagangan Rabu.
Aksi bela tauhid, Jumat (26/10/2018)./Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Jokowi-Ma\'ruf Amin curiga, aksi massa bela tauhid pada Jumat (25/10/2018) ditunggangi kepentingan politik.
Nama Joko Widodo atau Jokowi ikut dibawa-bawa peserta Aksi Bela Tauhid. Dalam aksinya siang ini, mereka menuding pemerintahan Jokowi anti Islam dan sudah melakukan kriminalisasi terhadap ulama.
Terkait itu, Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi - Maruf Amin, Raja Juli Antoni langsung buka suara. Politikus yang akrab disapa Toni ini kemudian menanyakan awal maksud Aksi Bela tauhid.
"Ini aksi soal apa? Katanya soal pembakaran bendera, kok jadi melebar jadi menuduh kembali Pak Jokowi anti Islam?" ucap Toni kepada Suara.com-jaringan Harianjogja.com, Jumat (26/10/2018).
Sekjen Partai Solidaritas Indonesia ini kemudian mempertanyakan apakah aksi yang mulanya kecewa dengan oknum anggota Banser NU yang membakar bendera berkalimat tauhid saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu sudah ditunggai oleh kepentingan politik.
"Apa aksi ini ditunggangi lawan politik?" kata dia.
Menurut Toni, masyarakat sudah bosan dengan fitnah yang dilayangkan kubu lawan Jokowi di Pilpres 2019.
"Saya rasa rakyat sudah bosan dengan fitnah-fitnah kejam yang mempersepsikan Pak Jokowi anti Islam," kata dia.
Sebelumnya massa Aksi Bela Tauhid menilai pemerintahan saat ini anti Islam dan menuduh pemerintahan Jokowi mengkriminalisasi ulama.
Dalam Orasinya, Ia mencontohkan dengan kejadian pembakaran bendera Tauhid dan tuduhan Riziq Shihab yang sempat menjadi tersangka pornografi dan buron ke Arab Saudi. Hal ini dikatakan ditengah aksi yang sedang berlangsung di depan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.
"Rezim Joko Widodo merupaka rezim pembohong, anti Islam. Ulama-ulama kita di kriminalisasi. Imam besar Habib Rizieq dikejar sampai ke Mekah, betul tidak?" ujarnya kepada para masa seraya membakar semangat para peserta aksi.
Tidak hanya itu, dengan pengeras suara orator tersebut kemudian mengajak massa aksi untuk tidak memilih Jokowi untuk keduakalinya di Pemilu 2019. Pasalnya ia menilai rezim Jokowi merupakan rezim haram.
"Kalau seperti ini, Joko Widodo itu haram atau halal untuk dipilih?" tanya orator.
Peserta pun menjawab dengan serentak, "haram!".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Rupiah hari ini diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.880-Rp17.930 per dolar AS setelah menguat pada perdagangan Rabu.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Pemerintah mencatat setoran Rp57,1 triliun dari Satgas PKH selama 2025–2026, termasuk pajak dan PNBP hasil penertiban kawasan hutan.
Edisi pertama Harry Potter and the Goblet of Fire bertanda tangan J.K. Rowling hadir di BBW 2026 melalui kolaborasi dengan Goldsboro Books.
Polda Sultra menempatkan dua anggota Polres Baubau di patsus selama tujuh hari terkait dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap jurnalis TV One.