Prakiraan Cuaca Indonesia Selasa, BMKG Ungkap Wilayah Hujan
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Prabowo menggelar konferensi pers di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018). /Suara.com-Yosea Arga
Harianjogja.com, JAKARTA- Calon Presiden Prabowo Subianto maju menjadi calon presiden untuk ketiga kalinya dalam Pemilu 2019. Sang adik, Hashim Djojohadikusumo mengungkap alasan Prabowo maju kembali dalam kontestasi Pilpres 2019. Prabowo maju sebagai kandidat pilpres untuk yang ketiga kalinya.
Hashim yang juga menjabat sebagai Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menjelaskan, alasan Prabowo maju kembali ialah karena Prabowo melihat tidak ada perubahan dalam kurun waktu 10 tahun semenjak Prabowo mencalonkan untuk pertama kalinya.
Diketahui, pertama kali Prabowo Subianto maju sebagai calon presiden adalah pada Pilpres 2009. Kala itu Prabowo menjadi calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri.
"Pak Prabowo memutuskan untuk bertarung sekali lagi sebagai calon presiden karena sebetulnya tidak ada perbaikan semenjak 10 tahun lalu beliau mencalonkan pertama kali," kata Hashim di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2018).
Dalam kurun waktu 10 tahun yang dinilai Prabowo tidak ada perbaikan dibuktikan dengan pandangannya perihal kesehatan publik, kondisi lingkungan negara, bahkan ketahanan energi yang menurutnya kian tahun kian memburuk.
"Ketika kita bicara tentang kesehatan publik, ketahanan dan keamanan energi, lingkungan, itu semua belum ada perbaikan, dan justru semakin buruk," ujarnya.
Bahkan bentuk perhatian Prabowo dituangkannya dalam sebuah buku yang berjudul Paradoks Indonesia.
"Paradoks yang dimaksud Prabowo dalam buku nya berjudul Paradoks Indonesia adalah bahwa kita negara yang kaya namun rakyatnya miskin," ungkapnya.
Hashim menambahkan, Prabowo beserta tim memiliki keyakinan bahwa Indonesia masih memiliki kesempatan untuk sejajar kekuatannya dengan negara-negara besar di dunia.
"Kita bisa menjadi kekuatan besar dan di posisi yang sama dengan negara-negara kuat lain nya di dunia. Saya percaya dan saya dukung itu, namun kita berada di posisi yang lemah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Prabowo meluncurkan program PLTS 100 GWp. Pemerintah menargetkan 30 GWp terbangun pada 2026 dan seluruh proyek selesai pada 2029.
Bayi perempuan ditemukan hidup terbungkus plastik di bawah pohon mahoni Bandungan. Bayi berbobot 3,1 kg dan diperkirakan baru lahir.
Iran mendesak AS mematuhi nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik. Ghalibaf menegaskan tekanan terhadap Iran tidak akan berpengaruh.
Harga BBM 25 Agustus 2026 masih mengalami perubahan. Simak daftar harga Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo terbaru per liter.
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.