Baterai Seng-Yodium Bisa Ngecas 3 Menit, Tahan 60.000 Kali
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno saat deklarasi di Kertanegara, Kamis (9/8/2018) malam. /Antarafoto-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA- Prabowo Subianto dinilai tidak aktif berkampanye sehingga dianggap tidak serius maju sebagai calon presiden.
Politikus Partai Demokrat Andi Arief menilai Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak serius menjadi presiden. Andi menganggap Ketua Umum Partai Gerindra itu kurang aktif dalam berkampanye ke tengah-tengah masyarakat.
Melalui akun Twitter pribadinya @AndiArief_, Andi mengaku telah mengamati perbedaan kampanye Prabowo dengan Calon Wakil Presidennya, Sandiaga Uno. Andi malah mempertanyakan mengapa Sandiaga yang lebih aktif berkampanye di Pilpres 2019 ketimbang Prabowo yang maju sebagai calon presiden.
“Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya?. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden,” tulis Andi pada Jumat (12/10/2018) pukul 09.42 WIB.
Andi Arief sempat menyadari apabila kritiknya tersebut kemudian mengundang rasa tidak suka kepadanya, terlebih dirinya berasal dari partai yang tergabung dalam koalisi pasangan Prabowo - Sandiaga.
Tetapi Andi ingin pernyataannya tersebut harus menjadi suatu renungan bagi Prabowo. Ia hanya tidak ingin Prabowo kembali kalah melawan Joko Widodo atau Jokowi.
”Pasti banyak yang nggak suka soal kritik saya atas males-malesan Pak Prabowo keliling aktif ke Indonesia ini. Tapi percayalah kalau direnungkan bagaimana mungkin kemenangan mengejar orang yang malas?,” ujarnya.
Lebih jauh, Andi Arief menta Prabowo untuk tak banyak berdiam diri dan segera turun ke tengah-tengah masyarakat dan mensosialisasikan program yang ditawarkan.
“Enam bulan adalah waktu yang terlalu pendek dalam politik. Pak Prabowo harus keluar dari ‘sarang’ Kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yang sulit ini,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
DPRD DIY menyebut ada BTT sekitar Rp15 miliar untuk mengantisipasi kekeringan 2026 jika kebutuhan penanganan meningkat.
Kejati Jateng mengusut dugaan korupsi Smart Classroom di 13 daerah. Harga TV pintar diduga digelembungkan hingga enam kali lipat.
Desil Timbul, tukang becak Kulonprogo, masih tercatat 9 menurut lurah. Sebelumnya BPS menyebut desilnya telah turun menjadi 3.
Pembangunan tahap pertama Taman Budaya Bantul di Sendangsari mencapai 70 persen. Proyek ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY Rp19,8 miliar.
Kejati Jateng mencatat penyelamatan keuangan negara Rp36,8 miliar dari perkara korupsi dan TPPU sepanjang Januari-Agustus 2026.