Jadwal Sekaten Solo 2026, Ini Rangkaian Miyos Gangsa hingga Grebeg
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Harianjogja.com, SEMARANG - Suhu udara di Kota Semarang meningkat pada beberapa tahun terakhir. Pemerintah Kota Semarang berencana memasang sejumlah mist fan atau kipas kabut di jalanan kota.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pihaknya saat ini sedang pada proses merancang rencana strategis proyek bernama \'Semarang Cooling Plan\'. Proyek ini targetnya mampu menurunkan suhu di kota agar tidak menjadi penghalang aktivitas masyarakat yang hidup di dalamnya.
"Nantinya dari pemetaan jalan, jalur pedestrian, dan ruang-ruang rencananya akan dipasang Mist Fan (kipas kabut) yang terintegrasi sebagai sebuah cooling system," jelas Pria yang karib disapa Hendi itu, Senin (8/10/2018).
Berdasarkan data dari Stasiun Klimatologi Semarang, suhu udara di Kota Semarang memang tercatat mengalami sedikit tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2011 lalu, kisaran suhu udara berkutat pada angka 27,7 derajat Celcius. Dan terus naik hingga pada 2016 kemarin mencapai rata-rata 28,3 derajat Celcius.
Hendi menambahkan, \'Semarang Cooling Plan\', ada tiga substansi yang akan digarap. Meliputi pembangunan \'Semarang Cooling System\', Gerakan penghijauan di ruang publik, dan Gerakan penghijauan di permukiman.
"Selain itu pemetaan wilayah tersebut nantinya juga akan digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan penghijauan di ruang publik. Misalnya dengan pembuatan taman atau jalur bunga yang lebih masif," sambungnya.
Hendi memastikan, Pemkot Semarang tak main-main dalam menyikapi kenaikan suhu dalam kota ini. Setidaknya, hal tersebut, lanjutnya, bisa terlihat dalam realisasi pembangunan puluhan taman baru di Kota Semarang dalam kurun waktu tahun 2017 dan 2018.
"Pada tahun 2017 sudah ada 15 taman yang kita bangun. Dan pada tahun 2018 kami tingkatkan menjadi sekitar 35 taman", cetusnya.
Soal peningkatan penghijauan di area permukiman, Hendi menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong masyarakat di Kota Semarang untuk tak henti-hentinya bergerak melakukan penghijauan di lingkungan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.