Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Warga berjalan di depan rumah mereka yang dihantam gempa dan tsunami di Desa Wani, Donggala, Sulawesi Tengah, di dekat kapal feri yang terangkat dari lautan ke daratan. Gempa dan tsunami terjadi pada Jumat (28/9/2018) menjelang malam dan foto diambil pada Selasa (2/10/2018)./Reuters-Beawiharta
Harianjogja.com, JAKARTA — Gempa bumi dan tsunami melanda Sulawesi Tengah menyisakan banyak cerita dari para korban yang selamat dari bencana tersebut.
Beberapa saat setelah gempa bumi melanda Palu pada Jumat (28/9/2018), Charles Marlan, salah satu kru kapal KM Sabuk Nusantara 39 memiliki firasat aneh. Dia merasa kapalnya tersedot ke tengah laut, dia tahu tanda tsunami akan datang.
"Kapal berguncang dan semua yang ada di ranjang kami mulai jatuh," ungkap Marlan seperti dilansir Reuters, Kamis (4/10/2018).
Marlan dan awak kapal sebenarnya sudah tahu akan berada dalam kesulitan ketika merasakan tarikan air laut yang tiba-tiba surut. Setelah itu dari dermaga, orang-orang mulai berteriak tentang tsunami.
Benar saja, kapal KM Sabuk Nusantara 39 tersebut terseret ombak tsunami dan menghantam daratan, kemudian menabrak pemukiman di dermaga, dan akhirnya terdampar di Wani, Donggala, Sulawesi Tengah.
"Aku bisa mendengar ombak datang," ujar Marlan menggambarkan mencekamnya suasana berada di dalam kapal.
Marlan menambahkan, orang-orang di dalam kapal bahkan tidak sempat berebut jaket penyelamat ketika gelombang setinggi lima meter tersebut mengempaskan mereka. Sebab menurut pengakuannya, gelombang menyeret kapal begitu cepat, bahkan para kru tidak sadar kalau mereka sudah terseret ke daratan. Beruntung, sejauh perkiraan Marlan tidak ada seorang pun di dalam kapal yang terluka.
"Yang penting kami selamat dan untuk itu kami harus bersyukur," ungkapnya.
Hingga seminggu pascakejadian, kapal tersebut masih berada di daratan yang telah mengering. Marlan dan 20 kru kapal masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemilik kapal yaitu operator feri nasional. Mereka masih beraktivitas di dalam kapal, bertahan hidup lewat suaka dari feri lain yang lewat, mengurus panggilan bergiliran, dan mengobrol dengan anak-anak korban bencana yang naik ke atas kapal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Reuters
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP
Pilih aplikasi pemutar musik terbaik sesuai kebutuhan: Spotify dan YouTube Music untuk streaming, AIMP dan Musicolet untuk file lokal.
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2027 naik menjadi Rp240 triliun untuk 60,6 juta penerima dengan pengawasan diperkuat.
Prabowo mengusulkan kewarganegaraan ganda terbatas bagi talenta istimewa. Simak aturan yang berlaku saat ini, syarat, batas usia, dan peluang perubahan UU Kewar