Trump Diduga Hendak Diracun

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Kamis, 04 Oktober 2018 09:50 WIB
Trump Diduga Hendak Diracun

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump./Reuters

Harianjogja.com, WASHINGTON- Pemerintah Amerika Serikat menyatakan telah menerima sejumlah paket yang diduga berisi racun ricin, sebuah zat yang mematikan yang ditujukan kepada Presiden Donald Trump serta dua petinggi Pentagon.

Dalam pernyataanya pada Selasa (2/10/2018) malam, otoritas Pemerintah AS mengatakan sebuah amplop mencurigan dialamatkan kepada Trump dan telah diterima oleh layanan fasilitas di luar Gedung Putih pada Senin (1/10/2018).

“Semua ancaman ditujukan langsung kepada presiden, masalah ini diperlakukan serius dan dilakukan investigasi penuh,” kata pernyataan otoritas Gedung Putih dikutip dari The New York Times, Rabu (3/10/2018).

Bagian Secret Service Gedung Putih tidak menjelaskan bahwa amplop itu berisi ricin, tetapi agen-agen itu mengatakan "bekerja sama dengan mitra penegak hukum kami untuk sepenuhnya menyelidiki masalah ini."

Sebelumnya pada Selasa, Pentagon Pentagon meletakkan posnya di bawah karantina setelah beberapa paket yang dicurigai mengandung ricin ditemukan di fasilitas surat Pentagon pada hari Senin. Paket itu lalu diserahkan ke FBI.

Sarah Huckabee Sanders, sekretaris pers Gedung Putih, merujuk semua pertanyaan tentang amplop mencurigakan ke Secret Service, mengatakan itu (paket amplop) "Tidak diterima di Gedung Putih, juga tidak pernah masuk ke Gedung Putih."

Seorang pejabat Departemen Pertahanan mengatakan paket di fasilitas surat Pentagon tersebut ditujukan kepada Menteri Pertahanan Jim Mattis dan Laksamana John Richardson, kepala operasi angkatan laut. Namun pejabat itu tidak berwenang untuk membahas terperinci penyelidikan yang sedang berlangsung.

Seorang juru bicara Pentagon, Kolonel Rob Manning, mengatakan fasilitas pengiriman surat di atas Pentagon tetapi tidak di gedung utama yang merumahkan kantor menteri pertahanan.

Untuk diketahi, racun ricin, yang merupakan bagian dari limbah yang dihasilkan ketika minyak jarak dibuat, tidak memiliki obat penawar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : The New York Times

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online