Ya Ampun...Bayi Baru Lahir yang Dibuang dari Lantai Tiga Masih Bernyawa

Newswire
Newswire Selasa, 02 Oktober 2018 20:50 WIB
Ya Ampun...Bayi Baru Lahir yang Dibuang dari Lantai Tiga Masih Bernyawa

Ilustrasi penemuan bayi./Okezone

Harianjogja.com, MAGELANG- Malang betul nasib seorang bayi di Magelang Jawa Tengah.

Bayi yang diduga baru saja dilahirkan ibunya N (24) dan dibuang dari toilet lantai tiga sebuah pusat perbelanjaan di Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa, ditemukan selamat oleh petugas parkir Romadhon (44).

Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut saat dibuang terjatuh di atap seng tempat parkir dan kemudian terjatuh di tanah setinggi tiga meter.

Romadhon menuturkan pada saat itu dirinya sedang berencana membuka pintu gerbang tempat parkir karyawan. Dirinya kemudian mendengar suara keras di atap seng dan terdengar suara tangisan kecil.

"Semula saya dengar suara keras benda terjatuh. Saya kira itu buah sukun yang jatuh. Kemudian saya dengar suara tangisan kecil, saya kira itu suara anak kucing jatuh. Waktu saya lihat, ternyata ada orok bayi sedang menangis dan ada luka di pipinya," katanya lagi.

Mengetahui hal tersebut, dirinya langsung memanggil temannya dan menceritakan ada orok bayi terjatuh dari ketinggian di bangunan Mal Matahari dan kemudian bergegas keluar melaporkan temuan bayi tersebut.

"Saat saya keluar ada mobil Patwal polisi. Langsung saya ceritakan ada penemuan orok bayi yang masih hidup. Kemudian petugas tersebut bergegas ke lokasi dan mengambil orok bayi, selanjutnya membawa ke rumah sakit," katanya.

Koordinator Cleaning Service Matahari Magelang Rifva menuturkan pada saat kejadian, dirinya sempat diminta membantu salah satu karyawati SPG berinisial N untuk membawakan barang berupa tas di gudang.

Rifva mengaku tidak begitu curiga dengan kondisi N yang tampak pucat dan lemas.

"Saat itu N sedang berada di gudang dan meminta saya membawakan sebuah tas. Memang saat itu kondisi N tampak lemas dan pucat, tetapi saya tidak curiga karena saat itu kondisi toilet yang berada di kantin karyawan cukup sepi. Kebetulan juga saat itu saya tidak ada jadwal mengecek toilet, jadi tidak tahu ada kejadian pembuangan bayi," katanya lagi.

Store Manager Matahari Magelang M Sena Supriyadi menuturkan pihaknya benar-benar tidak mengetahui kejadian tersebut, bahkan dirinya kaget karena sosok N adalah karyawati yang baru masuk sekitar lima bulan dan statusnya masih "single".

"Kami ada peraturan bahwa jika karyawati yang sudah menikah dan sedang mengandung minimal 2,5 bulan, kami beri alternatif apakah akan terus bekerja atau tidak. Kalau tetap bekerja harus ada surat pernyataan seizin suami. Sosok N kami tidak tahu karena memang tidak kelihatan kehamilannya, karena tahunya dia single," katanya.

Kapolsek Magelang Tengah AKP R Sukendro membenarkan kejadian tersebut. Dugaan sementara N melahirkan di toilet karyawan yang terletak di lantai 3 kantin karyawan sekitar pukul 11.30 WIB.

"Berdasarkan hasil olah TKP diduga setelah melahirkan langsung membuang bayi melalui jendela toilet," katanya.

Menurut dia, semula N tidak mau mengakui bahwa pelaku yang membuang bayi adalah dirinya. Bahkan saat diinterogasi di ruangan kantor, N masih berbelit-belit meskipun saat itu sedang mengalami perdarahan.

"Namun setelah didesak dan diberikan bukti-bukti, N akhirnya mengaku bahwa dirinya yang membuang bayi tersebut. N kami amankan dan dibawa ke RS Budi Rahayu karena mengalami perdarahan, selain itu untuk memastikan bahwa perdarahan tersebut karena melahirkan. Kondisi bayi selamat dengan luka di pelipis kiri serta luka beberapa bagian dan dirawat di RS Harapan Kota Magelang," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online