Pengungsi Gempa Palu dan Donggala Hampir Menyentuh 60.000 Jiwa

Newswire
Newswire Selasa, 02 Oktober 2018 07:50 WIB
Pengungsi Gempa Palu dan Donggala Hampir Menyentuh 60.000 Jiwa

Warga melihat bangunan pusat perbelanjaan yang ambruk akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018). /Antara Foto-Rolex Malaha

Harianjogja.com, JAKARTA- Jumlah pengungsi korban gempa Palu dan Donggala sudah hampir mencapai 60.000 jiwa.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, menyatakan, jumlah pengungsi korban gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, tercatat mencapai 59.450 orang yant tersebar di 109 titik lokasi pengungsian.

"Pengungsi tercatat sekarang ini 59.450 yang terkumpul di 109 lokasi," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Menurut dia, banyaknya titik pengungsian lantaran memang tak ditentukan lokasi-lokasi yang bisa menjadi tempat mengungsi.

Ia menyebut pengungsi yang ada di Palu termasuk golongan mampu. Mereka memutuskan mengungsi karena trauma tinggal di dalam rumah.

"Saya kemarin melihat di kota itu ada banyak tempat pengumpulan pengungsi. Dan pengungsi ini yang punya duit, mereka ada mobil. Mereka gelar tikar di samping mobilnya, kemudian tidur di situ. Mereka trauma tinggal di rumah, nggak mau tidur di bawah atap," tuturnya seraya mengatakan yang paling banyak adalah lokasi pengungsian ini.

Untuk membantu pengungsi, kata Wiranto diperlukan tenda yang banyak, pasokan makanan, minuman dan MCK.

"Ini yang segera kita usahakan," katanya. Untuk melakukan pendistribusian bantuan kepada korban gempa angkutan yang paling efektif adalah melalui udara.

"Maka yang kita butuhkan adalah angkutan udara. Angkutan udara menjadi prioritas kita," kata Wiranto.

Mantan panglima TNI ini menambahkan, bantuan melalui darat sudah berangsur bisa dilewati karena jalan sudah mulai diperbaiki oleh Kementerian PUPR.

"Sehingga semua jurusan kita masukkan bantuan, terutama makanan dan minuman. Saya pikir kalau tenda cukup, makanan cukup, perawatan kesehatan cukup, maka suasana bisa tenang sambil menunggu rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai kelanjutan dari tanggap darurat tersebut," ujar Wiranto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online