Wayang Serangga, Sarana Bawaslu Magelang Sosialisasi Kampanye Damai

Nina Atmasari
Nina Atmasari Senin, 01 Oktober 2018 18:17 WIB
Wayang Serangga, Sarana Bawaslu Magelang Sosialisasi Kampanye Damai

Pertunjukan Wayang Serangga sebagai upaya sosialisasi kampanye damai oleh Bawaslu Magelang, Senin (1/10/2018). /Harian Jogja-Nina Atmasari

Harianjogja.com, MAGELANG- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang menggelar Deklarasi Pemilu Damai 2019 dengan konsep unik agar pesan yang ingin disampaikan bisa diterima dengan baik oleh para pihak yang akan terlibat dalam kegiatan Pemilu 2019.

Salah satunya adalah pertunjukan wayang. Dalang dari Komunitas Lima Gunung, Agung Sih dihadirkan dalam kegiatan di pelataran Pondok Tingal Borobudur Kabupaten Magelang, Senin (1/10/2018) tersebut. Menggunakan media Wayang Serangga bertema Dinamika Dunia Politik Serangga, ia sukses menyampaikan tentang pesan-pesan damai dalam Pemilu sekaligus mengocok perut para peserta yang hadir.

"Kami sengaja menggandeng dalang untuk menyampaikan aturan pemilu melalui media wayang. Dengan format lucu, materi lebih mudah diterima oleh para peserta," ungkap Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang MH. Habib Saleh, di sela kegiatan.

Pada kesempatan itu, Bawaslu Kabupaten Magelang juga membagikan ratusan bibit pohon salam kepada yang hadir. Pohon salam, menurut Habib, merupakan simbol harapan dan doa bagi kelangsungan Pemilu 2019 mendatang.

"Bibit pohon salam adalah pohon endemik asli Jawa Tengah. Dari pohon salam kita berharap para Caleg diberi kesehatan dan keselamatan, dan terpilih untuk menunaikan tugas," katanya.

Habib mengungkapkan, pihaknya sengaja menggelar kegiatan tersebut pada 1 Oktober bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila sehingga kegiatan lebih efektif dan bermakna. "Kita gali nilai-nilai Pancasila untuk bersama-sama menyelenggarakan Pemilu 2019 secara LUBER, penuh kebajikan dan kebaikan," lanjutnya.

Dengan tema "Jika Kampanye Menanam Kebajikan Maka Pemilu Memanen Harapan", deklarasi ini digelar dengan harapan seluruh peserta Pemilu 2019 di Kabupaten Magelang menjaga kondusivitas selama pelaksanaan tahapan Pemilu.

"Kontestan ada 16 Parpol, sedangkan total ada 695 Caleg DPR RI dan DPRD yang akan melakukan kampanye di Kabupaten Magelang. Diharapkan para kontestan mengikuti aturan yang ada dalam berkampanye. Sopan, tertib, edukatif, bijak dan beradab, tanpa mendiskreditkan yang lain," harapnya.

Acara tersebut dihadiri Pj. Sekda Endra Endah Wacana; Kapolres AKBP Hari Purnomo, Ketua Pengadilan Negeri Magelang Eko Hening Wardono, Dandim 0705 Magelang Letkol. Arm Kukuh Dwi Antono, seluruh perwakilan partai peserta Pemilu dan berbagai elemen masyarakat.

Hari Purnomo menyampaikan ada dua hal penting dalam Pemilu yakni semua pihak yang terlibat agar melaksanakan tugasnya sesuai tupoksi dan mensinergikan energi masing-masing pihak tersebut agar Pemilu terlaksana dengan aman, damai dan suasana kondusif.

"Saya minta semua pihak yang berpartisipasi agar berpikir seribu kali saat akan bertindak dalam Pemilu, karena dampaknya tidak hanya pada mereka tetapi juga pada pihak yang tidak terlibat pemilu, seperti anak-anak, yang bisa menjadi tidak nyaman karena ada penyelenggaraan pemilu yang tidak demokratis," katanya.

Endra Endah Wacana saat membaca sambutan Bupati Magelang mengatakan Pemilu 2019 merupakan sarana kedaulatan rakyat yang harus dijaga bersama-sama.

"Kita mendukung deklarasi ini yang menjadi salah satu upaya mengantisipasi potensi kerawanan konflik horizontal yang mengganggu stabilitas. Untuk itu Pemilu 2019 harus berintegritas menjaga kesatuan dan persatuan," terangnya.

Deklarasi Pemilu Damai yang dilakukan bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila ini menjadi sangat penting karena terdapat semangat persatuan dan nasionalisme.

"Bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila ini dapat meningkatkan rasa nasionalisme patriotisme membangun jati diri yang tegak dengan Pancasila sebagai ideologi bernegara dan berpolitik," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, dilakukan pembacaan ikrar Pemilu Damai 2019 oleh perwakilan partai politik di Kabupaten Magelang. Mereka juga menandatangani komitmen dan cap jari tangan beraneka warna di selembar kain putih. Aksi itu sebagai simbol kebersamaan dalam satu tujuan, yakni menciptakan Pemilu bersih, jujur dan damai.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online