Stasiun Lidah Tanah yang Dibangun 1902 Kembali Ramai Penumpang
Stasiun Lidah Tanah yang dibangun pada 1902 melayani 6.047 penumpang hingga Agustus 2026, naik 20% dari rata-rata bulanan 2025.
Petugas membersihkan sisa feses di KRL. /Ist- twitter @commuterline
Harianjogja.com, JAKARTA – Ada-ada saja kelakuan penumpang penumpang kereta rel listrik (KRL). Seorang penumpang nekat buang air besar (BAB) di dalam kereta rel listrik (KRL).
Info ini disampaikan akun Twitter Fishy Cat atau @catterpink pada Kamis (27/9/2018).
Ia menulis, “Ini ada yang BAB di kereta terus orangnya kabur. Posisi kereta di Jatinegara nomor kereta 1428 gerbong 10. NI SE gerbong, udah gatahan sama baunya,” mengutip @catterpink, Jumat (28/9/2018).
Warganet itu menyebut akun @CommuterLine agar masalah bau akibat feses itu segera ditindaklanjuti.
Respon itu pun dibalas dengan menyertakan foto petugas sedang membersihkan sisa feses yang berada dekat pintu KRL.
“Selamat pagi. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Ibu alami, dapat kami sampaikan perihal adanya kotoran di dalam rangkaian KRL tersebut telah di tindaklanjut oleh Unit terkait. Berikut gambar pada saat dilakukan pembersihan kotoran tersebut,” tulis @commuterline.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
Stasiun Lidah Tanah yang dibangun pada 1902 melayani 6.047 penumpang hingga Agustus 2026, naik 20% dari rata-rata bulanan 2025.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 14 September 2026, lengkap dengan lokasi pelayanan dan syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
3D printing mulai meluas di Jogja, digunakan keluarga, UMKM, mahasiswa hingga pendidikan untuk kreativitas, produksi dan pengembangan produk.
Riyanda selamat dari tenggelamnya Virgo Transport 8 setelah berpegangan tripleks selama terombang-ambing di Laut Jawa.
Kawasan industri Gunungkidul diperluas menjadi sekitar 1.500 hektare untuk menarik investasi dan perusahaan besar serta menyerap tenaga kerja.