Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Ijtima Ulama II telah resmi mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno./Suara.com-Agung Shandy Lesmana
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Jokowi menyindir keterlibatan ulama yang mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga. Ulama yang baik menurut kubu jokowi hanya mendukung Jokowi-Ma\'ruf Amin.
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mencibir sekelompok orang yang mengatasnamakan ulama menggelar ijtimak untuk mendukung Prabowo Subianto – Sandiaga Uno sebagai bakal calon presiden dan bakal calon presiden pada Pilpres 2019.
Raja Juli mengklaim, ulama yang baik dan para penghafal Alquran akan mendukung pasangan Jokowi – Maruf Amin pada Pilpres 2019.
"Ulama yang baik, para penghafal Alquran, para ahli ibadah itu memiliki kecenderungan mendukung Pak Jokowi dan Kiai Maruf. Itu seperti yang dikatakan Kiai Maruf sendiri. Dengan begitu, kami akan berkampanye secara beradab,” kata Raja Juli.
Ia menuturkan, para ulama yang berkecimpung dalam politik seharusnya bisa mempromosikan kampanye yang demokratis, yakni mengedepankan isu ekonomi dan kesejahteraan sosial ketimbang “menggoreng” isu politik identitas semisal agama.
“Kalau kembali melakukan proses instrumentalisasi agama, isu primordial, tidak mendewasakan bangsa kita," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, pemimpin FPI Rizieq Shihab berjanji tak “menggoreng” isu politik berdasarkan sentimen SARA untuk memenangkan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.
Namun, Rizieq Shihab melalui rekaman suara yang diperdengarkan dalam acara Ijtimak Ulama II di Grand Hotel Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018), menegaskan bakal menggunakan isu-isu politik identitas.
"Saya tegaskan tak akan pernah memainkan politik identitas SARA yang rasis dan fasis serta bertentangan dengan syariat Islam maupun konstitusi. Tapi, akan selalu memainkan politik identitas yang terhormat dan bermartabat,” kata Rizieq Shihab.
Ia menuturkan, politik identitas turut memunyai makna positif, bahkan tokcer kala dipakai untuk melawan bangsa kolonial.
Rizieq Shihab mengklaim, para pejuang kemerdekaan mampu mengusir penjajah asing menggunakan politik identitas.
"Ingat, Indonesia merdeka memakai politik identitas. Ingat, NKRI juga lahir melalui politik identitas, Pancasila pun disusun memakai politik identitas. Wali Songo, sultan di Nusantara, juga Imam Bonjol, Diponegoro, Teuku Umar dan masih banyak lagi para pejuang memakai politik identitas," katanya .
Rizieq menambahkan, dua mantan presiden, yakni Soekarno dan Soeharto juga menggunakan politik identitas saat masih berkuasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Survei SMRC menunjukkan hanya 15,7% masyarakat menilai ekonomi Indonesia baik, sementara penilaian negatif terhadap ekonomi dan hukum meningkat.
Pembenahan tata kelola MBG diyakini menurunkan kebutuhan anggaran program seiring digitalisasi, validasi data, dan evaluasi manfaat ekonomi.
Presiden Prabowo menggelar ratas membahas program strategis perguruan tinggi. Pemerintah juga menegaskan URI tidak membawahi seluruh kampus.
Indomaret Peduli Berbagi bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan Lomba Menggambar dan Mewarnai pada Senin (27/7/2026)
Polisi menetapkan lima tersangka pengeroyokan terduga pencuri ayam di Tabanan, Bali. Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi menetapkan tersangka baru.