KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ijtima Ulama II telah resmi mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno./Suara.com-Agung Shandy Lesmana
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Jokowi menyindir keterlibatan ulama yang mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga. Ulama yang baik menurut kubu jokowi hanya mendukung Jokowi-Ma\'ruf Amin.
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mencibir sekelompok orang yang mengatasnamakan ulama menggelar ijtimak untuk mendukung Prabowo Subianto – Sandiaga Uno sebagai bakal calon presiden dan bakal calon presiden pada Pilpres 2019.
Raja Juli mengklaim, ulama yang baik dan para penghafal Alquran akan mendukung pasangan Jokowi – Maruf Amin pada Pilpres 2019.
"Ulama yang baik, para penghafal Alquran, para ahli ibadah itu memiliki kecenderungan mendukung Pak Jokowi dan Kiai Maruf. Itu seperti yang dikatakan Kiai Maruf sendiri. Dengan begitu, kami akan berkampanye secara beradab,” kata Raja Juli.
Ia menuturkan, para ulama yang berkecimpung dalam politik seharusnya bisa mempromosikan kampanye yang demokratis, yakni mengedepankan isu ekonomi dan kesejahteraan sosial ketimbang “menggoreng” isu politik identitas semisal agama.
“Kalau kembali melakukan proses instrumentalisasi agama, isu primordial, tidak mendewasakan bangsa kita," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, pemimpin FPI Rizieq Shihab berjanji tak “menggoreng” isu politik berdasarkan sentimen SARA untuk memenangkan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.
Namun, Rizieq Shihab melalui rekaman suara yang diperdengarkan dalam acara Ijtimak Ulama II di Grand Hotel Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018), menegaskan bakal menggunakan isu-isu politik identitas.
"Saya tegaskan tak akan pernah memainkan politik identitas SARA yang rasis dan fasis serta bertentangan dengan syariat Islam maupun konstitusi. Tapi, akan selalu memainkan politik identitas yang terhormat dan bermartabat,” kata Rizieq Shihab.
Ia menuturkan, politik identitas turut memunyai makna positif, bahkan tokcer kala dipakai untuk melawan bangsa kolonial.
Rizieq Shihab mengklaim, para pejuang kemerdekaan mampu mengusir penjajah asing menggunakan politik identitas.
"Ingat, Indonesia merdeka memakai politik identitas. Ingat, NKRI juga lahir melalui politik identitas, Pancasila pun disusun memakai politik identitas. Wali Songo, sultan di Nusantara, juga Imam Bonjol, Diponegoro, Teuku Umar dan masih banyak lagi para pejuang memakai politik identitas," katanya .
Rizieq menambahkan, dua mantan presiden, yakni Soekarno dan Soeharto juga menggunakan politik identitas saat masih berkuasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.