OJK Targetkan Bank Umum Syariah Baru Berdiri pada 2026
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
Presiden Joko Widodo. /Antara Foto-Yudhi Mahatma
Harianjogja.com, JAKARTA-Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menilai pemasangan iklan soal keberhasilan pembangunan pemerintahan Presiden Joko Widodo di bioskop adalah pilihan yang kurang pas dan kurang baik, bagi calon presiden petahana.
"Pemasangan iklan di bioskop dapat menjadi kontradiktif bagi Jokowi yang tampil lagi sebagai capres petahana," kata Yandri Susanto, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (13/9/2018).
Menurut Yandri, Joko Widodo sebagai calon presiden petahana bisa melakukan apa saja, termasuk memasang iklan di bioskop melalui Kementerian Kominfo. Namun, di sisi lain, masyarakat khususnya penonton film di bioskop, bisa menilai dan memiliki penilaian sendiri terhadap iklan Presiden Joko Widodo.
"Pemasangan iklan keberhasilan pemerintah di bioskop itu kurang baik dan kurang pas. Masyarakat yang ingin menyaksikan film harus melihat iklan lebih dulu. Ini memberikan penilaian yang kurang baik dari masyarakat," katanya.
Anggota Komisi II DPR RI ini menambahkan, dipilihnya bioskop sebagai sarana pemasangan iklan keberhasilan program pemerintah, menentukan kekurangcermatan dan kegagapan dari Joko Widodo dan timnya dalam memilih media untuk melakukan sosialisasi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinan Seto, menyampaikan tanggapan terkait banyaknya kritik terhadap penayangan iklan Pemerintah di bioskop. Menurut Ferdinan Seto, iklan yang disampaikan di bioskop adalah realisasi dari program Pemerintah, bukan bagian dari kampanye.
"Kementerian Kominfo tidak melakukan kampanye untuk capres," katanya.
Ferdinan menegaskan, apa yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo, adalah menjalankan fungsi dan tugas yang sudah diamanahkan kepada kementeriannya untuk menjadi humas Pemerintah. "Menyampaikan hasil kinerja Pemerintah kepada masyarakat luas, termasuk dalam tugas dan fungsi Kemenkominfo sebagai humas pemerintah," katanya.
Pemilihan bioskop sebagai media iklan pun, menurut dia, dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal, salah satunya bioskop dinilai lebih efektif untuk menyampaikan pesan kepada khalayak. Menurut dia, bioskop memberikan ruang kepada publik untuk memasang iklan serta meningkatnya jumlah penonton di bioskop dinilai akan efektif jika iklan dipasang di layar lebar dengan kondisi penonton yang ada.
"Kami berkeyakinan, dengan memasang iklan di bioskop itu jauh lebih efektif, agar semakin banyak masyarakat menerima informasi terkait dengan pencapaian yang dilakukan oleh pemerintah saat ini," kata Ferdinan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.
Pelajar 17 tahun tewas usai diduga dianiaya menggunakan senjata tajam di Kotabaru Jogja. Polisi masih memburu pelaku.
Google menghapus 28 aplikasi Android palsu CallPhantom yang mengaku bisa memata-matai WhatsApp dan riwayat panggilan pengguna.
Bisnis ternak sapi dan kambing jelang Iduladha 2026 masih menjanjikan, tetapi peternak harus menghitung modal dan risiko secara matang.
Apple Music menghadirkan Discovery Station, fitur rekomendasi musik baru berbasis algoritma personal untuk menemukan lagu baru.