Kisah Darmo, Tukang Salon Sapi yang Bertahan Puluhan Tahun
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Presiden Joko Widodo menanti kehadiran Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan Ibu Siti Hasmah dalam kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018). /Antara-Puspa Perwitasari
Harianjogja.com, JAKARTA- Iklan Jokowi di bioskop menuai kecaman tak hanya dari masyarakat namun juga kubu oposisi.
Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengkritisi soal penayangan iklan milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemeninfo) di dalam bioskop. Menurutnya, iklan yang menampilkan sosok Bakal Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu tidak etis ditayangkan.
Andre mengatakan iklan itu mengganggu para pengunjung bioskop yang sudah mengeluarkan uang untuk menonton film. Menurutnya, tak semua pengunjung yang hadir merupakan pendukung Jokowi.
"Kita kan mau nonton, bayar tiket mahal untuk menghibur kita refreshing. Kalau bukan pendukung Jokowi ngeliat itu nggak jadi refreshing dong, rugi dong kita," kata Andre kepada Suara.com, Kamis (13/9/2018).
Serupa dengan politisi lainnya, Andre pun sempat mengherankan iklan itu baru ditayangkan pada tahun politik di mana Jokowi menjadi salah satu kontestan Pilpres 2019. Menurutnya, penayangan iklan itu termasuk ke dalam kampanye terselubung.
"Sebentar lagi mau Pemilu, tiba-tiba Menkominfo bikin dongeng di bioskop tentang keberhasilan pak Jokowi dan pemerintah, itu kan kampanye terselubung," ujarnya.
Oleh karena itu, Andre meminta pihak pengelola bioskop untuk segera menurunkan iklan tersebut.
"Saya rasa nggak etis aja. Kita minta segera XXI menghentikan iklan gitu," pungkasnya.
Untuk diketahui, beberapa masyarakat tampak protes dengan iklan yang dikelola Kemeninfo. Iklan yang tayang di bioskop sesaat sebelum film dimulai itu menampilkan keberhasilan kinerja pemerintah. Selain itu, iklan tersebut menyisipkan tampilan Presiden Jokowi dengan tagar MENUJUINDONESIAMAJU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.