2.775 Penerbangan Terdampak Karhutla, Penumpang Diminta Cek Jadwal
Kemenhub mencatat 2.775 penerbangan domestik terdampak karhutla. Penumpang diminta mengecek jadwal dan menghubungi maskapai jika batal.
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso/Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA-Negara Kesatuan Republik Indonesia disebut-sebut tengah menghadapi ancaman berat. Hal itu diungkapkan oleh Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso. Menurutnya, ancaman bukan lagi soal senjata militer melainkan nonmiliter.
"Sekarang perjuangan beralih bukan di senjata lagi karena saya lihat ancaman-ancamannya bukan hanya militer, ancaman yang berat adalah nonmiliter," kata Djoko saat memberikan sambutan di acara ulang tahunnya di rumahnya, Jalan Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu, (9/8/2018).
Djoko mengatakan, ancaman yang akan dihadapi ke depan sudah disampaikan oleh bakal calon presiden Prabowo Subianto, dan ancaman tersebut bisa membuat bangsa Indonesia bubar.
"Dan ancaman ini sangat mendasar bisa menghabisi republik ini. Sudah diingatkan oleh Pak Prabowo itu bukan hal yang mustahil, tahun 2030 ancaman kita hadapi satu bencana kebangsaan itu ada di depan kita," ungkapnya.
Namun demikian, pria yang disebut-sebut menjadi ketua tim pemenangan Prabowo-Sandiaga Salahuddin Uno itu tidak merinci ancaman yang dimaksud. Sedangkan untuk mengatasi hal itu, ada tujuh langkah yang bisa dilakukan. Namun, dirinya langsung masuk ke langkah ke tujuh yakni memilih pemimpin yang Pancasilais.
"Pemimpin yang mampu menginspirasi rakyat untuk bersatu, bangkit, bergerak, dan bisa berubah. Kalau enggak berubah, punah kita," terangnya.
Djoko menambahkan, langkah ketujuh tersebut berhubungan dengan cara kita memilih pemimpin yakni memilih seorang pemimpin yang benar.
"Kita harus memilih, kita harus hormati Pak Jokowi karena beliau sudah capek empat tahun. Kita harus memilih yang benar. Kalau tidak benar memilih maka bangsa Indonesia ini bisa punah," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Kemenhub mencatat 2.775 penerbangan domestik terdampak karhutla. Penumpang diminta mengecek jadwal dan menghubungi maskapai jika batal.
Disdikpora Kulonprogo mendorong wajib belajar prasekolah satu tahun sebelum SD, dengan fokus pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas PAUD.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan telah menaati putusan MA terkait sengketa INI dan berharap dualisme kepengurusan segera berakhir.
PSIM Jogja menghadapi Isenmulang tanpa Ze Valente akibat kartu merah. Laskar Mataram berupaya bangkit setelah lima kekalahan beruntun.
Luhut mengusulkan penyesuaian definisi korupsi merujuk UNCAC. KPK menolak penghapusan total unsur kerugian negara dan membuka opsi delik pemberatan.
PDAM Tirta Handayani Gunungkidul mengeksplorasi sungai bawah tanah Ngobaran dengan target debit 40 liter per detik untuk Saptosari dan Panggang.