Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Ilustrasi anak-anak/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Anak-anak di Indonesia semakin rentan mengalami kekerasan. Hasil survei menunjukkan lebih dari 80% anak pernah mengalami kekerasan di sekolah.
Kondisi keluarga Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan kompleks. Ada sebuah tren defungsionalisasi keluarga di Indonesia.
Prof Euis Sunarti mengatakan, ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak dan perempuan. Salah satu fakta yang mengejutkan adalah meningkatnya kekerasan di kalangan anak.
Sebuah survei yang dilakukan oleh International Center for Research on Women (ICRW) NGO Research di tahun 2014 menemukan sebanyak 84,1% anak Indonesia pernah mengalami kekerasan di sekolah.
"Angka ini tertinggi di antara negara-negara lain di Asia. Selain itu, isu anak lainnya adalah anak yang terlalu terburu-buru, sibuk dan merasa sendiri dalam keramaian,” ujar Professor di bidang ketahanan dan pemberdayaan keluarga, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB), seperti dikutip Okezone dari laman IPB, Rabu (5/9/2018).
Hal itu terungkap dalam 1st International Seminar on Family and Consumer Issues dengan tema “Challenge Family in Asia: Present and Future”, di IPB International Convention Center, Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh sekiranya 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia.
Menurutnya, Model Kampung KB berbasis ecovillage menjadi salah satu contoh program pemberdayaan keluarga Indonesia yang berhasil.
Pembicara lainnya dari Malaysia, Thailand dan Australia juga memaparkan permasalahan yang dihadapi di negaranya. Permasalahan keluarga yang dihadapi kurang lebih sama, yaitu berkisar di masalah penggunaan gadget yang berlebihan pada anak, semakin meningkatnya single families, meningkatnya angka perceraian, mundurnya umur menikah dan menurunnya angka fertilitas.
Sementara itu, Wakil Rektor bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB Dr Drajat Martianto mengatakan, Indonesia, layaknya negara-negara lainnya, menghadapi tantangan dan dampak dari revolusi 4.0 yang ditandai dengan penggunaan internet yang begitu tinggi.
Informasi beredar bebas, tak terkecuali pada anak-anak. "Bahkan anak-anak pun sudah dapat memesan makanan via gadget. Baik buruknya informasi yang diterima tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga khususnya orangtua,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.