Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno saat deklarasi di Kertanegara, Kamis (9/8/2018) malam. /Antarafoto-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA- Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menemui pengurus PBNU pada Kamis (16/8/2018) sore.
Dalam pertemuan itu, pengurus Besar Nahdlatul Ulama meminta Prabowo Subianto – Sandiaga Uno untuk mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi kalau menang sebagai calon presiden serta calon wakil presiden pada Pilpres 2019.
Prabowo mengatakan, pesan itu diutarakan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj saat menemui dirinya dan Sandiaga Uno di kantor PBNU, Jalan Kramat Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (16/8/2018).
"Menyampaikan pemikiran-pemikiran saran, dan harapan. Ya titipan kepada kami, saya dan Sandiaga Uno, bahwa untuk ke depan, fokusnya adalah masalah ekonomi. Bagaimana bisa mengurangi kemiskinan, kesulitan rakyat," kata Prabowo seusai pertemuan.
Prabowo menganggap hal tersebut merupakan tantangan yang harus diterimanya dari PBNU. Untuk itu, dirinya merasa sangat senang dan berterima kasih.
"Ya tadi sangat cair pertemuannya. Saling bertanya dan saling menjelaskan, saya kira itu bagus dan saya kira ini yang kami inginkan. Saya sangat berterima kasih dengan penerimaan yang begitu baik dari NU," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.