KPK Sita Aset Rp150 Miliar dalam Kasus Pemerasan WNA
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Muhaimin Iskandar/Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JAKARTA- Pernyataan cawapres Ma\'ruf amin soal kubu Prabowo Subianto yang tak menaati ijtima ulama sempat diprotes Muhaimin Iskandar.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin meluruskan pernyataan bakal cawapres pendamping Joko Widodo (Jokowi), Maruf Amin soal pernyataannya yang menyinggung koalisi Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno. Maruf Amin menyebut pilihan Prabowo tidak sesuai Ijtima Ulama.
Cak Imin menilai ada media yang salah kutip pernyataan Ketua MUI.
"Saya kira itu salah kutip, saya sudah cek ke Kyai Maruf Amin, yang dimaksud Kyai Maruf Amin bukan seperti itu," ujar Muhaimin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).
Seperti diberitakan, Maruf Amin menyindir kubu Prabowo yang tidak mempedulikan rekomendasi Ijtima Ulama dalam menunjuk calon wakil presiden. Padahal, kata Ma\'ruf, kubu tersebut mengaku-ngaku menghargai ulama.
Menurut Muhaimin, Maruf Amin tidak pernah bicara seperti itu.
"Kemarin saya komplain juga lho, Pak Kyai ngapain ngomong kayak begini? \'Ah nggak saya nggak pernah ngomong begitu\'," kata dia.
Politikus yang gagal menjadi cawapres pendamping Jokowi di Pilpres 2019 ini kemudian meluruskan pernyataan Maruf Amin.
"Kalau bahasa sederhananya Kyai Maruf Amin bisa menjembatani umat Islam. Kyai Maruf Amin bersedia sebetulnya Kyai Maruf Amin kan tidak mau, tapi terpaksa mau karena beliau pintu yang bisa menyerap aspirasi umat. Makanya jembatannya beliau kepada pemerintah dan kekuasaan," katanya.
Untuk diketahui, Prabowo sebelumnya direkomendasikan Ijtima Ulama agar memilih Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri atau Ustaz Abdul Somad sebagai cawapres. Namun koalisi PKS, PAN dan belakangan Demokrat malah mendeklarasikan pasangan Prabowo - Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
KPK menyita aset Rp150 miliar dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 tersangka.
Pidato Prabowo di Senayan menyoroti capaian ekonomi, investasi, MBG, kemiskinan, hingga pemerataan pembangunan setelah 21 bulan pemerintahan.
Sebanyak 17 pengurus PSI Gunungkidul pindah ke NasDem. Mereka mengaku kecewa setelah tak lagi masuk dalam kepengurusan baru PSI.
KPPS menawarkan kredit hingga Rp15 juta tanpa agunan dengan bunga flat 8 persen per tahun. Simak syarat dan skema penerimanya.
Prabowo menyebut karhutla di Kalimantan dan Sumatra mulai teratasi dan berharap seluruh penanganannya selesai dalam 1-2 minggu.
Sebanyak 13.328 wisatawan mengunjungi Pantai Parangtritis selama tiga hari libur Maulid. Retribusi wisata mencapai Rp193,256 juta.