SPMB Jateng 2026 Resmi Dibuka, Daya Tampung Baru 40 Persen
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
Ilustrasi gempa bumi/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA- Akibat gempa bumi yang mengguncang Lombok hingga kini sebagian jenazah belum bisa dievakusi.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hingga saat ini data jumlah korban meninggal akibat gempa Lombok diperkirakan akan terus bertambah mengingat ada beberapa korban yang hingga kini belum dapat di evakuasi.
Sutopo menyebut, ada korban para jemaah yang sedang melangsungkan ibadah salat Isya di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.
"Contohnya korban jemaah yang semalam salat Isya masjid kemudian roboh, lantai dua roboh menimpa jemaah di Kabupaten Lombok Utara," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jalan Pramuka, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (6/8/2018).
Sutopo menjelaskan, diperkirakan banyak korban meninggal dan hingga kini belum dapat di evakuasi. Hal tersebut lantaran belum ada alat berat sehingga para personel tim gabungan masih melakukan evakuasi secara manual.
Sutopo menambahkan, penanganan korban gempa masih terkendala di masalah logistik, khususnya di Lombok Utara.
"Logistik memang tidak mencukupi, belum mencukupi untuk kebutuhan korban apalagi di Kota Mataram. Warung-warung tutup, toko tutup karena dagangannya masih berantakan, beberapa daerah masih terisolir khususnya yang berada di gunung gunung," beber Sutopo.
Hingga saat ini petugas belum bisa menjangkau karena akses menuju ke lokasi merupakan jalan kecil dan ada kerusakan di jalan tersebut. Sama halnya dengan distribusi bantuan juga belum dapat diberikan.
"Distribusi belum bisa diberikan, evakuasi serta penyelamatan pertolongan belum bisa dilakukan. Secara umum, pengananan terus dilakukan dan bantuan terus berdatangan," tandas Sutopo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.