Mentan Bongkar Mafia Proyek hingga Benih Rp3,3 Miliar
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Ilustrasi gempa bumi/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA- Seluruh warga yang berhamburan di jalan diminta oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram agar kembali pulang ke rumahnya masing-masing. Hal itu dilakukan setelah peringatan tsunami resmi dicabut.

"Karena masyarakat resah dengan adanya tsunami, kami mengimbau masyarakat untuk kembali ke rumah," kata Pusdalops BPBD Kota Mataram, Agus saat dikonfirmasi Okezone, Minggu (5/8/2018).
Namun demikian, Agus mengaku masih belum mengetahui apakah ada korban jiwa akibat gempa berskala 7,0 Skala Richter (SR) yang mengguncang daerah Lombok. Sebab, pihaknya masih melakukan pendataan.
"Korban belum tau, kami masih melakukan pendataan di Kota Mataram," terangnya.

Sejauh ini, sambung Agus, masih banyak warga yang mengungsi dan berhamburan di jalan setelah adanya gempa berkekuatan 7,0 SR disusul adanya peringatan tsunami. Namun saat ini, Agus meminta agar warga kembali ke rumahnya.
"Masyarakat masih mengungsi maka kami mengimbau masyarakat untuk kembali kerumah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.