Gempa Lombok Buat Penumpang Pesawat Berlarian Menyelamatkan Diri

Newswire
Newswire Minggu, 05 Agustus 2018 21:28 WIB
Gempa Lombok Buat Penumpang Pesawat Berlarian Menyelamatkan Diri

Ilustrasi gempa bumi/JIBI

Harianjogja.com, JAKARTA-Ratusan calon penumpang pesawat di Bandara Praya, Lombok berhamburan menuju landasan pacu untuk menyelamakan diri dari reruntuhan gedung setelah gempa kembali mengguncang kota Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan kekuatan 7,0 SR. Minggu (5/8/2018).

"Gempa terasa sangat keras sekitar tiga menit. Sesaat kemudian listrik padam di sejumlah bagian gedung terminal. Calon penumpang panik," kata seorang karyawati pemerintah Deasy Saputra ketika dihubungi Antara, di Jakarta, Minggu.

Deasy yang bekerja di Kementerian Sosial sebagai Tenaga Humas Pemerintah mengatakan, dirinya tiba di gedung terminal Bandada Praya sekitar pukul 19:00 WIB.

Sesuai jadwal, Deasy akan terbang menggunakan pesawat Lion Air JT 655 tujuan Jakarta, pukul 20:30 WIB langsung melapor kepada petugas chek ini, kemudian menuju ruang tunggu.

"Baru saja duduk, gempa dengan kuat besar mengguncang. Calon penumpang sebagian berlarian menuju ruang check in, berlindung di bawah meja, dan sebagian lagi menuju ruang terbuka landasan pacu," ujarnya.

Sesaat kejadian gempa, sekitar 75 persen listrik di bandara sempat padam, meskipun sekitar lima menit kemudian hidup kembali.

Setelah itu, petugas bandara berusaha melakukan evakuasi, terutama calon penumpang yang menggunakan kursi roda.

Hingga berita ini diturunkan, Deasy yang baru selesai bertugas menyerahkan bantuan pertama Pemerintah kepada korban gempa Lombok tersebut mengatakan, penerbangannya tujuan Jakarta belum ada tanda-tanda diberangkatkan.

"Pesawat JT 655 sudah ada di landasan pacu, tapi hingga kini tidak ada pengumuman untuk diberangkatkan," kata Deasy.

Lombok berada pada status waspada menyusul dikeluarkannya peringatan dini tsunami pascagempa bumi berkekuatan 7,0 SR mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan pihak ya terus memantau perkembangannya. Lombok dalam warning dan waspada.

Pascagempa, terdeteksi tsunami dengan ketinggian 0,135 m di Carik pada pukul 18:48 WIB dan Badas dengan ketinggian 0,100 m pada pukul 18:54 WIB.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online