Kebakaran di Jaktim Merenggut Nyawa Ayah dan Balitanya, Polisi Menduga Ini Penyebabnya

Newswire
Newswire Kamis, 26 Juli 2018 17:17 WIB
Kebakaran di Jaktim Merenggut Nyawa Ayah dan Balitanya, Polisi Menduga Ini Penyebabnya

Ilustrasi./Reuters

Harianjogja.com, JAKARTA- Korban meninggal dalam kebakaran bernama Colington Saragih (23) dan Angel (2) di Jalan Cakung-Cilincing (Cacing) Raya, Jakarta Timur, adalah ayah dan anak.

"Ya, korban adalah sepasang ayah dan anak, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo," ujar Kapolsek Cakung Kompol Supoyo di lokasi kebakaran, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (26/7/2018).

Supoyo melanjutkan, ketika kebakaran terjadi, istri korban sedang tidak di rumah.

Kepala RT 09 RW 03, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Mufid Rahman mengatakan kedua korban tewas tidak terdaftar sebagai warga sekitar. "Mereka bukan asli warga sini," katanya.

Mufid menambahkan, ada 19 kepala keluarga dan 76 jiwa yang menjadi korban kebakaran.

Sampai berita ditulis, ada dua tenda yang didirikan oleh Suku Dinas Sosial Jakarta Timur sebagai posko pengungsian korban kebakaran.

Bantuan berupa makanan dan selimut telah digulirkan untuk para korban.

Pada kebakaran tersebut, petugas mengerahkan 21 unit mobil pemadam kebakaran yakni 13 unit pemadam kebakaran Jakarta Timur, lima unit pemadam kebakaran Jakarta Utara dan tiga unit Pati Kendal.

Kapolsek Cakung Kompol Supoyo menduga penyebab kebakaran adalah pembakaran sampah. "Warga sekitar biasanya membakar sampah malam hari," ujarnya.

Supoyo melanjutkan, mereka mengambil sampah yang masih bisa dimanfaatkan, kemudian membakar yang tidak diperlukan.

"Mungkin dikira apinya sudah padam, ternyata belum," kata Supoyo.

Satuan Pelaksana Dinas Sosial Kecamatan Cakung, Jubaidah mengatakan pihaknya telah mendirikan tenda posko sejak pukul 07.30 WIB.

"Korban yang datang ke tenda awalnya berjumlah 15 orang yang terdiri dari Ibu-ibu. Mereka trauma karena kehilangan harta benda," ujarnya.

Kepala Seksi Pemberdayaan dan Perlindungan Sosial Kecamatan Makasar Sudin Sosial Jakarta Timur Abdul Muis mengatakan pihaknya akan segera membantu memulihkan trauma korban.

"Nanti akan ada bantuan dari Tagana dan relawan untuk meredakan trauma para korban kebakaran," kata Abdul.

Para korban kebakaran masih enggan menempati tenda posko pengungsian.

"Kami belum mau [menempati tenda posko] karena masih mau mencari barang berharga di sisa-sisa puing kebakaran," ujar seorang korban, Salim yang masih menempati rumah tetangganya pasca kebakaran, Kamis.

Dua korban lainnya, Muhammad dan Hotijah mengatakan mereka akan berusaha mencari barang yang masih bisa diselamatkan, baru setelah itu nanti akan menempati tenda.

Lain halnya dengan salah seorang korban yang tak mau disebut namanya mengatakan, tidak akan menempati tenda posko, melainkan akan membangun tenda di atas lahan bekas rumahnya yang terbakar.

Hal itu juga karena dia berniat menjual sisa benda yang ditemukannya.

Sedangkan para korban lainnya mengaku masih berpikir untuk tinggal di tenda yang disediakan Suku Dinas Sosial Jakarta Timur.

Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta di kawasan lapak Madura tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : suara.com

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online