Presiden Kolombia Tetapkan Darurat Ekonomi, 53.526 Rumah Rusak
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
Suasana usai penembakan brutal di Kanada. /Reuters
Harianjogja.com, KANADA - Penembakan membabi-buta terjadi di Kanada. Aksi yang dilakukan di kawasan ramai penduduk pada Minggu (22/7/2018) malam ini menyebabkan 14 orang menjadi korban. Pelaku sudah ditembak mati oleh polisi.
Dari beberapa korban tewas terdapat seorang perempuan yang meninggal dunia. Ada pula seorang bocah perempuan yang kondisinya kini kritis.
Sejumlah saksi mata mengatakan beberapa korban dirawat di lokasi penembakan, sedangkan lainnya dibawa ke rumah sakit terdekat.
Dalam klip video yang dibagikan media di Kanada, seorang pria memakai topi dan membawa tas tampak berhenti di trotoar, mengambil pistol, dan melepaskan tembakan ke arah sebuah restoran. Motifnya sejauh ini belum jelas.
Jeremy Cohn, seorang jurnalis dengan akun Twitter @jeremyglobaltv, mencuitkan tayangan di lokasi penembakan. Dia menulis "para korban tersebar di antara banyak blok".
Sejumlah saksi mata mengaku mendengar rentetan tembakan dan ada jeda di antaranya.
"Ada suara tembakan lalu ada jedanya. Kami kemudian mendengar bunyi tembakan lagi, ada jeda, lalu diikuti kembali suara tembakan," kata John Tulloch kepada harian the Globe and Mail.
Pria itu mengaku sedang berjalan kaki di dekat lokasi penembakan bersama saudaranya saat insiden berlangsung.
"Pasti ada 20 sampai 30 tembakan jika dihitung keseluruhan. Banyak sekali. Kami kemudian berlari," ujarnya.
Seorang supir bernama Jim Melis mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa dia melihat pria berkulit putih memakai topi hitam dan bandana melepaskan tembakan yang menembus jendela kafe.
Menurutnya, pria itu berlari keluar dari mobilnya, menyeberang jalan, dan mencabut senjatanya.
Seorang saksi mata, Jody Steinhauer, mengungkap kepada CBS News bahwa dia dan keluarganya sedang berada di dalam restoran ketika mendengar suara letupan seperti bunyi petasan sebanyak 10 hingga 15 kali.
"Kami mulai mendengar orang-orang berteriak di depan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.