Bentrokan di Jalan Tambak Tewaskan Satu Orang Dipicu Cekcok
Bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, menewaskan satu orang. Polisi mengungkap keributan diduga dipicu cekcok di warung sarapan.
Peserta ujian computer Assisted Test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) mendengarkan arahan petugas sebelum melaksanakan ujian di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10)./Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, JAKARTA - Pencari kerja sebaiknya siap-siap. Pekan depan, pemerintah segera menetapkan formasi untuk seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pemerintah saat ini masih melakukan kajian terhadap usulan daerah.
Hal ini untuk mengetahui kebutuhan PNS setiap instansi. “Dalam waktu dekat, minggu depan, saya akan memutuskan formasi PNS yang baru untuk direkrut,” tandas Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (13/7/2018).
Menurut dia, Kemenpan- RB saat ini masih memfinalkan usulan dari beberapa daerah. Hal ini dilakukan agar formasi yang ditetapkan sesuai dengan kebutuhan daerah. “Tinggal beberapa kabupaten yang belum final. Nanti sekaligus kita umumkan,” ungkapnya.
Asman mengatakan, jajarannya telah melakukan kajian secara mendalam sehingga formasi yang ditetapkan tidak lagi asal-asalan. Hal inilah yang membuat penetapan formasi membutuhkan waktu yang tidak sebentar. “Kerjanya tidak simpel. Kita tidak mau mendesain sebuah rencana SDM yang salah.
Makanya, kebutuhan kita sesuaikan dengan jabatan yang mau diisi. Tidak boleh salah,” tandasnya. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam penetapan CPNS adalah jumlah pensiun dan belanja pegawai. Karena itu, ujarnya, penetapan formasi dilakukan secara hati-hati.
“Patokannya ada. Jumlah yang pensiun berapa, ada rumus-rumusnya, termasuk belanja pegawai berapa. Jadi di lihat satu-satu,” paparnya. Seperti diketahui, pemerintah akan membuka seleksi CPNS kembali tahun ini. Merujuk pada angka pensiun, pemerintah akan merekrut di bawah angka 220.000.
Selain itu, juga akan diberikan kuota khusus bagi guru sebanyak100.000. Kepala BKN Bima Harya Wibisana mengatakan, untuk tahun ini formasi yang dibuka sebagian besar untuk pemerintah daerah. Hal ini mengingat tahun lalu kementerian/lemba ga telah diberikan formasi.
“Kementerian/lembaga tetap ada tapi dapat sedikit,” kata Bima. BKN pun saat ini tengah mempersiapkan segala sarana dan prasarana untuk seleksi CPNS. Berkaca pada seleksi tahun lalu yang hanya membuka kurang lebih 37.000 dengan jumlah pendaftar mencapai 2 juta, tahun ini sudah disiapkan antisipasinya. “Jadi, kita ada antisipasi untuk 10 juta pendaftar. Ini supaya kita tidak keteteran. Misalnya kita siapkan 5 juta, yang daftar 10 juta, kan susah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
Bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, menewaskan satu orang. Polisi mengungkap keributan diduga dipicu cekcok di warung sarapan.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.