Imigrasi Manado Tunda 24 Keberangkatan PMI Terindikasi TPPO
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Ilustrasi buaya./JIBI
Harianjogja.com, KOTAWARINGIN TIMUR- Untuk ketiga kalinya, buaya di Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali menerkam warga.
Kali ini, warga Desa Bapinang, Kecamatan Pulau Hanaut menjadi korban saat ia beraktivitas di sungai. "Korban sudah diberikan pertolongan medis. Kami sudah dan terus mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai," kata Camat Pulau Hanaut, H Eddy Mashami di Sampit, Sabtu (14/7/2018).
Kali ini yang menjadi korban keganasan buaya muara itu adalah Tasman, 45. Kejadiannya sekitar pukul 05.30 WIB di pinggir sungai di dekat rumah korban.
Saat kejadian, korban bermaksud mencuci muka dan menggosok gigi. Saat itu kondisi sungai sedang pasang dan hari belum terlalu terang.
Korban diduga tidak menyadari kemunculan buaya di sekitar lanting tempat dia beraktivitas. Tanpa diduga, muncul buaya cukup besar dan langsung menerkam kaki kanannya.
Korban berusaha sekuat tenaga melawan dan melepaskan diri dari gigitan buaya. "Untungnya usaha itu berhasil dan buaya melepaskan gigitannya."
Korban kemudian berteriak meminta tolong kepada anak dan istrinya. Akibat kejadian itu, korban menderita luka di sekitar tumit dan lutut kanan. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Bapingan untuk diberi pengobatan.
"Buaya memang sering muncul. Makanya kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada," kata Eddy.
Kejadian itu merupakan ketigakalinya buaya menerkam warga sepanjang 2018 ini. Sebelumnya dua warga Desa Ganepo Kecamatan Seranau diterkam buaya saat mereka beraktivitas di sungai pada lokasi dan waktu berbeda.
Bupati H Supian Hadi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat mereka beraktivitas di sungai. Masalah tersebut cukup sulit ditangani karena buaya hidup secara liar di sungai.
"Saya meminta camat dan kepala desa agar mengimbau masyarakat dan melakukan berbagai langkah pencegahan. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini," kata Supian.
Populasi buaya di Sungai Mentaya diperkirakan cukup banyak, khususnya di sekitar Pulau Lepeh, sebuah pulau yang terletak di tengah sungai. Buaya mengincar kawasan permukiman diduga karena habitatnya rusak sehingga makin sulit mendapatkan makanan.
Setiap tahun kasus terkaman buaya selalu terjadi. Bahkan ada beberapa korban yang jenazahnya tidak ditemukan hingga sekarang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.