Karhutla Meluas, Jalur Pendakian Lima Gunung di Jateng Ditutup
Pemprov Jawa Tengah menutup sementara jalur pendakian lima gunung menyusul karhutla di Lawu, Sumbing, dan Pakuwaja. Kebakaran Lawu mencapai 230 hektare.
Jusuf Kalla. /Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA- Duet Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono (JK-AHY) pada pilpres 2019 diragukan sebagian kalangan. Keduanya dianggap tidak prospektif untuk berjalan mulus.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M Romahurmuziy menilai wacana yang dilontarkan Partai Demokrat dengan mengusulkan Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono (JK-AHY) untuk Pemilihan Presiden 2019 tidak memiliki prospek.
Jadi saya bisa mengatakan bahwa wacana yang dikembangkan oleh Demokrat sama sekali tidak memiliki prospek untuk 2019 yang akan datang, katanya di Jakarta, Selasa (3/7/2018) malam.
Menurut Romahurmuziy, ada dua alasan penting pasangan tersebut tidak memiliki landasan kuat untuk dapat terwujud. Pertama, tidak ada koalisi yang mengusungnya, mengingat Partai Demokrat tidak mempunyai cukup suara untuk mengusung calon sendirian.
Hari ini kalau mengusung koalisi di luar Pak Jokowi dan Pak Prabowo maka hanya tiga partai politik yang bisa bergabung bersama Demokrat, PAN dan PKB. Sejauh ini saya tidak melihat satupun sinyal bahwa PAN dan PKB, Demokrat akan bergabung dalam satu koalisi, katanya.
Kedua, sejauh perjumpaannya dengan Wapres M Jusuf Kalla, sampai sejauh ini juga tidak ada tanda-tanda untuk maju ataupun dikehendaki oleh kalangan sekelilingnya untuk maju menjadi calon presiden.
Saya belum pernah mendengar, dalam seringnya saya bertemu Pak JK, Pak JK berkeinginan atau dikehendaki oleh orang sekelilingnya untuk maju menjadi calon presiden, belum pernah, katanya.
Sementara itu, dia memastikan PPP tetap akan berada dalam koalisi untuk mengusung Presiden Joko Widodo kembali pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Ia berpandangan, ke depan sebaiknya Presiden Joko Widodo yang berasa dari golongan nasionalis dapat didampingi dari golongan agama. Meskipun demikian, dia menyerahkan kepada Presiden Joko Widodo untuk memilih nama pendampingnya dalam pemilihan presiden 2019 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemprov Jawa Tengah menutup sementara jalur pendakian lima gunung menyusul karhutla di Lawu, Sumbing, dan Pakuwaja. Kebakaran Lawu mencapai 230 hektare.
Jadwal KRL Palur-Jogja Senin 26 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Kereta pertama berangkat pukul 05.00 WIB dan terakhir pukul 20.42 WIB.
Cek jadwal perpanjangan SIM di Sleman pada 26 Oktober 2026, termasuk layanan MPP, Satpas, SIM Keliling, SIMMADE, dan persyaratannya.
Campus League Billiard Regional Yogyakarta 2026 melahirkan tiga kampiun, termasuk Risky Indrawan dan Okta Ayu yang memborong gelar juara.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo pada 26 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan dan dokumen persyaratan.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo 26 Oktober 2026, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Kereta pertama pukul 05.05 WIB, tarif Rp8.000.