Kapan Puncak Mudik di DIY Berlangsung?

Ujang Hasanudin & Irwan A. Syambudi
Ujang Hasanudin & Irwan A. Syambudi Rabu, 06 Juni 2018 17:40 WIB
Kapan Puncak Mudik di DIY Berlangsung?

Pemudik sepeda motor./Bisnis Indonesia-Rachman

Harianjogja.com, JOGJA—Para pemudik diperkirakan mulai memasuki DIY pada H-6 Lebaran atau Sabtu (9/6) akhir pekan ini. Puncak arus mudik di provinsi ini diprediksi berlangsung pada Selasa (12/6) dan Rabu (13/6) pekan depan.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Hari Agus Triyono mengatakan pada Sabtu nanti, pegawai negeri sipil sudah mulai libur Lebaran. Cuti bersama berlangsung 10 hari dari Senin (11/6) sampai Rabu (20/6).

Dengan demikian, pemudik dari berbagai kota di Jawa sudah mulai bertolak menuju kampung halaman, termasuk DIY. “Sabtu sudah mulai masuk wilayah DIY. Tetapi puncak arus balik H-3 atau H-2 karena karyawan swasta juga sudah mulai libur Lebaran,” kata Agus, Selasa (5/6).

Kementerian Perhubungan memprediksi 34 juta orang akan pulang kampung pada Lebaran kali ini, kebanyakan berasal dari Jabodetabek. Tujuan pemudik asal Ibu Kota dan sekitarnya kebanyakan adalah Jawa Tengah (28%), disusul Jawa Timur (13%), Jawa Barat (10%), dan DIY (9%).

Agus mengatakan personel jawatan perhubungan di seluruh DIY akan mulai disiagakan di posko angkutan Lebaran pada H-7 Lebaran. Total ada 656 petugas yang bersiaga di 26 posko angkutan Lebaran.

Menurut dia, para pemudik yang masuk DIY paling banyak berasal dari arah barat dan utara. Dari arah barat, didominasi pemudik dari Bandung, sedangkan arah utara, kebanyakan berasal dari DKI Jakarta. “Pemudik kebanyakan ke Kota Jogja dan Gunungkidul,” ucap dia.

Dishub DIY memprediksi motor dan mobil tetap akan jadi kendaraan favorit pilihan para pemudik. Dia memperkirakan pada arus mudik kali ini jumlah mobil sebanyak 1,6 juta dan motor 2,7 juta.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Pemerintah Pusat juga menyediakan program mudik gratis. Dari data yang dimiliki Dishub DIY, Kementerian Perhubungan menyediakan 45 bus untuk mudik gratis ke DIY. Sebanyak 45 bus ini bisa mengangkut 2.025 orang. Selain itu, disediakan juga lima truk yang bisa mengangkut 225 sepeda motor.

Kepala Dishub DIY Sigit Sapto Rahardjo mengatakan, mudik gratis yang disediakan Kementerian Perhubungan semuanya menuju ke Terminal Giwangan. “Nanti juga ada balik gratis. Dari Giwangan juga.”

Selain Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN juga menyediakan fasilitas mudik gratis. Bus yang disediakan untuk rute Jakarta-Jogja sebanyak 23 bus, Jakarta-Wonosari 12 bus dan Surabaya-Jogja sembilan bus.

Direktur Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY Kombes Pol Latif Usman juga memperkirakan arus mudik Lebaran, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang masuk ke wilayah DIY bakal mulai terlihat pada Sabtu nanti.

“Pos pemantauan atau pos pengamanan Lebaran sudah mulai dibuka pada 8 Juni [Jumat],” kata Latif.

Dia mengimbau pemudik yang hendak menuju atau melintas di DIY agar mengurangi kecepatan saat memasuki kawasan rawan kecelakaan. Jalur yang harus diwaspadai adalah dari Kulonprogo sampai ke Gamping, Sleman dan dari Magelang sampai Terminal Jombor. “Kami harapkan kecepatan kendaraan tidak lebih dari 50 kilometer per jam. Jalur dari Magelang sampai Jombor banyak keluar masuk kendaraan dari gang dan langsung ke jalan utama,” ucap dia.

Pemudik yang naik kereta api menuju Jogja sudah memesan tiket. Manajer Humas PT KAI Daop VI Eko Budiyanto mengatakan saat ini siswa di berbagai jenjang pendidikan sudah menerima rapor sehingga berdampak pada kenaikan penjualan tiket kereta api lebaran. "Arus mudik ke Kota Jogja tidak bisa dihitung secara jumlah, tapi persediaan tiket ke Jogja mulai 18-24 Juni sudah sangat tipis, okupansi sudah 95%,” kata Eko.

Kepala PT KAI Daop VI Eko Purwanto mengatakan puncak arus mudik ke Kota Jogja diperkirakan akan berlangsung pada 13-18 Juni. “Puncak arus mudik sudah kami estimasi. Harapannya dengan adanya kereta api tambahan penumpang meningkat 7% dari Lebaran tahun lalu,” kata Eko.

Sudah Siap

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan tiga jalur utama untuk mudik Lebaran telah siap. Dia menyatakan selain tol ada jalur utara atau pantura, jalur tengah, dan jalur selatan atau pansela.

Jalur tol Trans Jawa yang siap dilintasi mulai dari Merak ke Pasuruan sepanjang 995 km. Jalan tol sepanjang 760 km telah operasional dan sisanya 235 km dibuka fungsional.

Khusus untuk Pantai Selatan (Pansela), Basuki mempromosikan pemudik untuk melewati jalur yang dipenuhi objek wisata tersebut. “Jalur Pansela untuk mudik Lebaran 2018 sudah tersambung dari Banten sampai Pacitan. Sedangkan dari Pacitan ke Banyuwangi baru akan kami kerjakan tahun ini dengan memperlebar jalan,” kata dia.

Adapun untuk jalur Pantura, Jembatan Cincin Lama di perbatasan Lamongan-Tuban yang runtuh pada 17 April lalu sudah selesai diperbaiki. Jembatan itu sudah bisa dilintasi mulai Selasa kemarin.

Tol Salatiga-Solo sepanjang 32,24 kilometer akan dibuka fungsional mulai H-7 Lebaran atau Jumat. Tol Salatiga-Solo dibuka fungsional selama arus mudik dan balik Lebaran pada pukul 06.00 WIB-17.00 WIB. Pengguna jalan tol dari Semarang bisa langsung melintasi jalur ini setelah Gerbang Tol Salatiga yang berakhir di Kartasura, Sukoharjo. Tol ini akan menyambung dengan tol Solo-Kertosono (Soker) ruas Solo-Ngawi.

Menteri Perhubungan Budi Karya menyatakan semua jalan tol yang dibuka fungsional selama Lebaran akan siap digunakan pada H-7 Lebaran.

“Pada 7 Juni sudah mulai [steril] karena 8 Juni banyak sekali yang sudah mudik," ujar Budi saat meninjau ruas tol Pejagan-Pemalang.

Titik kritis di tol Batang-Semarang adalah jembatan Kali Kutho yang diprediksi baru selesai pada H-2 Lebaran. Budi menyatakan aparat kepolisian akan mengalihkan kendaraan ke jalur pantura sejauh 500 meter lalu kembali ke ruas tol.

Dia menyarankan pemudik untuk pulang kampung pada 10-11 Juni atau pada H-5 dan H-4 Lebaran. Salah satu alasannya adalah kemungkinan kepadatan akan terjadi pada H-6 Lebaran atau Sabtu dan kemudian pada H-4 dan H-3 atau Selasa-Rabu (12-13/6).

“Kami menyarankan pada para pemudik tidak mudik pada 8-9 Juni dan 12-13 Juni karena itu adalah puncak mudik. Kalau bisa 10-11 Juni itu lebih longgar,” kata Budi di Mabes Polri, Jakarta.

Dia juga menyarankan tidak semua pemudik melintasi tol. Alternatif jalan lain seperti Pantura dan pansela juga layak untuk dilintasi. Dia yakin mudik Lebaran 2018 ini akan lebih lancar dibandingkan sebelumnya. Tiga jalur utama di Jawa yang siap dilintasi menjadikan masyarakat mendapatkan pilihan rute yang beragam.

Puncak mudik pada 8-9 Juni dibayangi kemacetan karena angkutan barang kemungkinan tetap akan beroperasi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau pengusaha angkutan barang untuk tidak melintasi ruas tol Trans Jawa pada akhir pekan ini karena kemungkinan merupakan puncak mudik.

“Survei kedua yang kami lakukan ternyata hasilnya arus mudik terjadi pada H-6 dan H-7 artinya pada 8 dan 9 Juni. Dengan adanya survei itu maka kami harus antisipasi. Kami mengimbau operator angkutan barang untuk tidak beroperasi pada tanggal tersebut,” kata Direktur Angkutan dan Multimoda Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Cucu Mulyana.

Sesuai aturan, angkutan barang tetap boleh beroperasi pada H-6 Lebaran karena pembatasan operasional baru akan berlaku pada H-3 hingga H-1 Lebaran.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyatakan puncak tertinggi arus mudik diperkirakan jatuh pada akhir pekan ini dengan lonjakan pemudik sebesar 16%. Puncak mudik yang lebih awal ini menjadikan angkutan barang untuk menghindari tol dan menggunakan jalan arteri.

Pengusaha angkutan barang mengaku tetap akan mengoperasikan armada mereka. Direktur Utama PT. Lookman Djaja, Kyatmaja Lookman, mengatakan meski dirinya sudah mendapat surat edaran dari Kemenhub, namun pihaknya akan tetap beroperasi mengingat pekan ini adalah pekan terakhir sebelum libur panjang.

“Ya enggak mungkin juga memajukan waktu operasional, semua sudah terjadwal. Belum lagi jadwal kapal internasional, ada jadwalnya,” kata Kyatmaja.

PT Jasa Marga menyiapkan sejumlah skenario bila terjadi kemacetan di tol. General Manager PT Jasa Marga Jakarta-Cikampek, Raddy Lukman, mengatakan jurus pertama yaitu pemberlakuan sistem lawan arus atau contraflow. Sistem itu akan diberlakukan apabila ada kepadatan arus yang perlu segera diurai.

Jurus kedua yaitu ketersediaan isi ulang kartu tol atau top up tunai di 10 gerbang tol. Raddy menyebut jurus itu untuk mengantisipasi adanya para pemudik yang saldonya kurang ketika di depan gerbang tol.

Kemudian untuk jurus ketiga berkaitan dengan proyek-proyek yang dikerjakan di ruas tol. Menurut Raddy, pengerjaan proyek seperti light rapid transit atau LRT akan dihentikan.

“Yang harus diantisipasi tahun ini adalah dengan bertambahnya libur panjang, kepadatan bergeser puncaknya, jadi H-6, sedangkan larangan truknya H-4 sehingga kami sangat berharap ada imbauan agar H-7 dan H+7 truk diimbau tidak beroperasi sehingga memangkas puncak kepadatan," ujar Raddy.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan pemerintah membuat situs untuk mempermudah para pemudik mengakses informasi tentang arus mudik. Semua informasi terkait mudik 2018 dapat diakses melalui situs tersebut. “Informasi mudik, KSP sudah membuat sesuatu website namanya infomudik.go.id. Semua informasi tentang mudik ada semua,” kata dia.

Moeldoko menyatakan situs itu merupakan gabungan dari berbagai lembaga dan kementerian yang berkaitan dengan kegiatan mudik. Ia menyatakan pemerintah telah bekerja sama dengan Google dalam pembuatan situs itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online