Pendiri Telegram Pavel Durov DPO, Terancam Penjara Seumur Hidup
Pendiri Telegram Pavel Durov masuk DPO internasional Rusia dan terancam hukuman seumur hidup atas dugaan memfasilitasi terorisme.
Rombongan bus yang mengangkut napi teroris Mako Brimob, memasuki dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/5/2018). /Antara-Idhad Zakaria
Harianjogja.com, JAKARTA- Menjelang Hari Raya Idulfitri, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memerintahkan jajaran Densus 88 agar memantau kembali sel-sel jaringan teroris yang tidak terlalu aktif.
"Saya sudah memerintahkan Kepala Densus 88 untuk sel-sel yang tidak terlalu aktif namun potensial agar kembali dimonitor," kata Jenderal Tito di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (5/5/2018).
Pasalnya bagi kelompok teroris, melakukan aksi teror di Bulan Ramadan, pahalanya lebih besar dibanding pada bulan-bulan lainnya. Karena itulah hal ini perlu diwaspadai.
"Menurut mereka, melakukan aksi di bulan Ramadan, pahalanya lebih besar," katanya.
Terkait pemantauan tersebut, pihaknya meminta jajaran Densus untuk bekerja sama dengan jajaran Intelijen dan TNI. "Sehingga semua jaringan yang sudah terpetakan betul-betul dapat dimonitor," katanya.
Menurut dia, pemantauan ini penting karena belajar dari pengalaman kasus bom Surabaya dimana pelakunya merupakan sel Jamaah Ansharut Tauhid (JAD) yang tidak aktif sehingga luput dari pemantauan.
"Belajar dari kasus di Surabaya, sel yang sebelumnya sudah termonitor tapi kemudian tim [Densus] bergerak memantau sel lain yang aktif tapi ternyata sel yang tidak aktif ini justru melakukan aksi," katanya.
Sebelum terjadinya peristiwa bom di Surabaya, Densus 88 melonggarkan pengawasan terhadap pelaku bom bunuh diri di gereja di Surabaya yakni Dita Oeprianto, perakit bom Sidoarjo Anton Ferdiantono dan pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya Tri Murtiono.
Pasalnya mereka dianggap sudah bersosialisasi dengan baik di tengah masyarakat.
Tapi kemudian kelonggaran pengawasan tersebut dimanfaatkan oleh Dita, Anton dan Tri untuk merakit bom.
Pada Minggu (13/5/2018) pagi, tiga gereja yang ada di Surabaya diserang oleh teroris dengan cara meledakkan diri dengan menggunakan bom. Akibat kejadian itu, belasan orang meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka.
Masih pada hari yang sama, sebuah bom meledak di rumah susun Wonocolo, Sepanjang, Sidoarjo, Jawa Timur, hanya sekitar 14 jam setelah aksi teror bom di tiga Gereja yang ada di Surabaya. Peristiwa itu telah menewaskan tiga orang yakni pelaku, istri dan seorang anaknya.
Belum genap sehari berlalu, kembali terjadi sebuah ledakan pada 14 Mei 2018 yaitu aksi bom bunuh diri di pintu atau gerbang masuk Mapolrestabes Surabaya yang menyebabkan empat pelaku tewas dan masyarakat serta polisi yang ada di sekitar ledakan juga terluka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pendiri Telegram Pavel Durov masuk DPO internasional Rusia dan terancam hukuman seumur hidup atas dugaan memfasilitasi terorisme.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.