Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Dokumen rahasia intelijen/ilustrasi
Harianjogja.com, JAKARTA--Ron Rockwell Hansen, 58, ditahan Badan Investigasi Federal AS (FBI) pada Sabtu (2/6/2018) sesaat sebelum bertolak ke Bandara Seattle untuk menumpang pesawat menuju Tiongkok. Mantan agen intelijen Amerika Serikat itu kemudian dihadirkan di pengadilan lantaran dituduh berupaya menjadi mata-mata untuk Tiongkok.
Departemen Kehakiman AS mengatakan, Hansen mencoba meneruskan informasi ke pemerintah Tiongkok. Atas jasanya tersebut, dia dituduh menerima sedikitnya US$800.000 atau Rp11,1 miliar.
Dia sepakat dibawa ke pengadilan untuk selanjutnya dipulangkan ke Negara Bagian Utah untuk menghadapi dakwaan.
Hansen, yang bermukim di Syracuse, Utah, dituduh berupaya mengumpulkan atau meneruskan informasi mengenai pertahanan nasional AS guna membantu pemerintahan asing.
Sebanyak 15 tuduhan lainnya termasuk bertindak sebagai agen Tiongkok yang tidak terdaftar secara resmi, menyelundupkan uang tunai, dan menyelundupkan barang-barang dari AS. Jika terbukti menjalankan peran sebagai mata-mata Tiongkok, Hansen bakal dipenjara seumur hidup.
Asisten Jaksa Agung, John Demers menyebut aksi yang diduga dilakukan Hansen sebagai "sebuah pengkhianatan atas keamanan negara" dan "mencemarkan komunitas mantan agen intelijen".
John Huber, jaksa AS di Utah menyebut tuduhan itu "sangat meresahkan" sebagaimana dikutip BBC.com, Selasa (5/6).
Siapakah Ron Hansen?
Berdasarkan dokumen-dokumen pengadilan yang dikutip Departemen Kehakiman, Hansen pernah berdinas di Angkatan Darat AS sebagai seorang perwira dengan latar belakang intelijen sandi dan intelijen manusia.
Dia kemudian direkrut oleh Badan Intelijen Pertahanan (DIA) sebagai petugas intelijen sipil pada 2006.
Departemen Kehakiman menyebut Hansen, yang fasih berbahasa Mandarin dan Rusia, memegang akses dokumen sangat rahasia "selama bertahun-tahun" dan bepergian secara rutin antara AS dan Tiongkok pada 2013-2017.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.