Desa Adat Sade Terbakar, Pemerintah Siapkan 4 Tahap Pemulihan
Pemerintah menyiapkan pemulihan Desa Adat Sade setelah kebakaran menghanguskan 167 bangunan dan benda warisan budaya Suku Sasak.
Harimau Sumatra./Bisnis Indonesia-Andi Rambe
Harianjogja.com, PEKANBARU- Dua unit kamera pengintai dipasang oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Pemasangan ini untuk melacak keberadaan harimau Sumatra (panthera tigris sumatrae) setelah temuan jejak-jejak si kucing belang di Indragiri Hulu.
"Kita pasang kamera pengintai (trap) dua unit untuk memantau harimau tersebut," kata Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo di Pekanbaru, Jumat (1/6/2018).
Dia mengatakan, kedua kamera pengintai tersebut dipasang di lokasi temuan jejak-jejak harimau, yang belakangan diduga berasal dari telapak kaki harimau dewasa.
Lokasi itu berada di areal perkebunan sawit PT Seko Indah, Desa Lembah Dusun Gading, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu.
Jika kamera trap itu nantinya akan digunakan untuk merekam langsung fisik harimau tersebut, karena sejauh ini dia mengatakan tim baru sekedar menemukan jejak si raja rimba tersebut.
"Dari kamera pengintai juga nanti diketahui apakah kemunculan itu terus-terusan, atau hanya numpang lewat cari makan saja. Kalau terus-terusan berarti kita baru ambil langkah-langkah selanjutnya," tuturnya.
Kemunculan harimau yang mulai dilaporkan masyarakat sejak awal pekan ini, dan kemudian dikonfirmasi melalui temuan jejak-jejak harimau itu bisa jadi karena harimau sedang mencari makan.
Hal itu mengingat daya jelajah harimau yang begitu besar mencapai puluhan hingga ratusan kilometer. Meski begitu, dia mengatakan pihaknya bersama dengan TNI dan Polri terus melakukan pemantauan.
"Terlepas dari apakah dia mencari makan atau lainnya, kita tetap melakukan pemantauan dan terus \'update\' perkembangan dari sana," jelasnya.
Hutomo belum dapat memastikan dari mana asal satwa tersebut. Namun, dari penelusuran Antara di lokasi tersebut terdapat beberapa kantong harimau, salah satunya adalah Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT).
Terpantaunya jejak harimau itu menjadi atensi serius, baik bagi BBKSDA Riau maupun TNI dan Polres Indragiri Hulu. Pasalnya belum lama ini, seekor harimau sumatera betina bernama Bonita juga sempat muncul di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir.
Bonita, harimau betina berusia empat tahun itu bahkan sempat menewaskan dua orang manusia, sebelum akhirnya berhasil ditangkap belum lama ini. Pencarian Bonita sendiri menjadi proses pencarian dan evakuasi terlama di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menyiapkan pemulihan Desa Adat Sade setelah kebakaran menghanguskan 167 bangunan dan benda warisan budaya Suku Sasak.
Kabut asap karhutla menyelimuti enam wilayah Sumbar akibat kiriman dari provinsi tetangga. Warga diminta memakai masker dan membatasi aktivitas luar.
Cuaca DIY 25 Agustus 2026 diprediksi cerah. BMKG mengingatkan warga mewaspadai panas dan risiko kebakaran lahan.
PWI DIY bersama Tim Ad Hoc menemui Bupati Bantul untuk mendorong pengusulan wartawan Udin sebagai Pahlawan Nasional.
Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW bermula beberapa abad setelah wafatnya Rasulullah dan berkembang menjadi tradisi umat Islam di Indonesia.
Pakar ULM mengingatkan bahaya kabut asap karhutla dan membagikan enam langkah melindungi diri dari paparan PM2.5.