Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara Harus Diselamatkan
Presiden Prabowo menyebut masih ada ribuan triliun kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian aset nasional.
Harimau Sumatra./Bisnis Indonesia-Andi Rambe
Harianjogja.com, PADANG - Seekor anak harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) berjenis kelamin jantan mati karena mengalami malanutrisi dan dehidrasi di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar).
"Pada 1 Juni pukul 09.00 pagi, berdasarkan hasil pemeriksaan, anak harimau sumatra ini dinyatakan mati oleh tim medis," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumbar Hartono di Padang, Rabu.
Berdasarkan hasil nekropsi diketahui bahwa penyebab kematian anak harimau ini karena mengalami malanutrisi dan dehidrasi. Hasil itu diperkuat lewat pemantauan CCTV yang memperlihatkan induk harimau sudah beberapa hari tidak menyusui anaknya.
"Jadi, anak harimau yang mati di TMSBK Bukittinggi karena mengalami malanutrisi dan dehidrasi," kata Hartono.
Ia mengatakan anak harimau tersebut lahir pada 24 Juni 2025 pukul 03.00 pagi. Sejak awal anak harimau tersebut berada satu kandang dengan induknya. Petugas secara rutin terus memantau perkembangan lewat kamera pengintai atau CCTV.
"Petugas memantau perkembangan dan pengawasan lewat layar monitor, karena pada saat itu induknya memang tidak bisa didekati," kata dia.
Kemudian pada 29 Juni, hasil monitoring petugas lewat layar monitor mendapati induk harimau mengalami stres dan anaknya selalu dipindahkan dengan cara digigit.
Setelah melalui pertimbangan tim medis akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi anak harimau dari induknya. Apalagi, selama satu hingga dua hari terakhir induk harimau tidak mau lagi menyusui anaknya.
"Tim medis berkoordinasi dengan kami BKSDA Sumatera Barat menyatakan bahwa anak harimau harus dievakuasi dari induknya," kata dia.
Setelah berhasil mengevakuasi atau memindahkan anak harimau dengan induknya, petugas memberikan susu kambing sebagai pengganti susu induk harimau.
Lebih jauh ia menjelaskan hasil penelusuran tim medis bersama BKSDA, anak harimau yang mati tersebut merupakan generasi keenam. Sementara lima generasi lainnya, pada umumnya mengalami kelainan genetik dari induk yang sama.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo menyebut masih ada ribuan triliun kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian aset nasional.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.