Putusan MK Diikuti, MBG Dipisah dari Anggaran Pendidikan di APBN 2028
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
Ilustrasi hoaks./JIBI
Harianjogja.com, PURWOKERTO- Mengapa hoaks mudah menyebar di kalangan masyarakat Indonesia? Akademisi menyebut salah satunya karena rendahnya budaya literasi di masyarakat Indonesia.
Tingkat literasi masyarakat yang rendah memicu penyebaran hoaks, kata Dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Edi Santoso. Literasi antara lain terkait dengan budaya membaca buku.
"Masih banyak pengguna media sosial yang memiliki tingkat literasi media yang rendah, sehingga mudah termakan hoaks," katanya di Purwokerto, Rabu (30/5/2018).
Skeptisme atau kritisisme yang rendah, kata dia, mengakibatkan masyarakat mudah percaya pada sebuah kabar, meskipun itu anonim atau sumbernya tidak jelas.
"Kuncinya adalah masyarakat perlu memiliki tradisi verifikasi," katanya.
Dia menjelaskan, hoaks merupakan sejenis rumor, yang memiliki formula yakni tingkat penyebarannya akan berbanding lurus dengan tingkat urgensi isu terkait, dan juga kepastian informasinya.
"Maksudnya, semakin penting, atau dianggap penting, sebuah isu, potensi rumor akan semakin besar. Begitu juga, semakin tidak pasti suatu kabar, akan semakin menjadikan rumor itu berkembang," katanya.
Contohnya, kata dia, tragedi teror bom beberapa waktu yang lalu.
"Berbagai rumor bermunculan. Mengingat, ini peristiwa tidak saja penting, tetapi teramat serius. Terorisme akan selalu menjadi perhatian segenap pihak di negeri ini. Namun terkadang informasi serba tidak menentu bisa membuat hoaks tak terhindarkan," katanya.
Media sosial, kata dia, bisa menjadikan hoaks semakin liar, karena memfasilitasi penyebaran informasi anonim secara luas dan cepat.
"Siapa saja bisa memproduksi dan mereproduksi pesan hoaks. Karena itu solusi jangka pendek untuk menangkal hoaks saat terjadi peristiwa besar adalah otoritas terkait, misalnya pemerintah atau Polri, sesegera mungkin, atau secara periodik, memberikan keterangan yang jelas soal peristiwa tersebut. Karena yang terjadi di lapangan terus dinamis, pemuktahiran data informasi juga harus lancar, agar masyarakat tidak bertanya-tanya," katanya.
Jika perlu, kata dia, dibentuk semacam pusat informasi masyarakat. Sediakan "call center" untuk menjawab segala pertanyaan masyarakat termasuk segala tindakan yang akan diambil untuk mengendalikan keadaan.
"Selain itu, untuk memberikan efek jera bagi para penyebar hoaks bisa dengan \'mengamankan\' mereka yang terindikasi membuat atau menyebarkan hoaks," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 lengkap, mulai SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga Saturday Night Service beserta syaratnya.
SIM Keliling dan Samsat Keliling malam di SSA Bantul Agustus 2026 melayani perpanjangan SIM serta pembayaran PKB tahunan. Cek jadwal dan syaratnya.
Jadwal SIM Keliling Sleman Agustus 2026 lengkap di MPP, Sleman City Hall, SIMMADE, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C, serta layanan Satpas.
Jadwal SIM Keliling Jogja Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, biaya perpanjangan SIM, dan layanan Drive Thru MPP Kota Jogja.
Cakupan UHC Bantul turun tipis menjadi 98,67 persen pada Juli 2026. Dinkes memastikan angka tersebut masih di atas target minimal 98 persen dengan dukungan angg