Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
M. Nasir
Harianjogja.com, CIREBON - Dosen yang terlibat dalam radikalisme di kampus diminta mengundurkan diri.
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menegaskan, dunia pendidikan tinggi tidak boleh terpapar paham radikalisme dan intoleransi. Jika ada civitas akademi yang terlibat sebaiknya mengundurkan diri.
"Kami sudah mengundang dosen seluruh Indonesia untuk mengawasi kegiatan- kegiatan dalam kampus," tegas Nasir saat kunjungan kerja di Cirebon, Jumat (18/5/2018).
Nasir mengatakan jika terdapat dosen yang terlibat, dia harus memilih apakah dia ingin mengikuti undang-undang dasar negara, dasar negara dan Pancasila atau tidak. Jika tidak konsekuensinya dia harus mundur dari profesinya.
"Kami terus melakukan pengawasan di seluruh perguruan tinggi di Indonesia agar paham radikalisme dan intoleransi ini tidak berada di lingkungan perguruan tinggi," katanya.
Dia sudah memberikan rambu-rambu kepada seluruh perguruan tinggi terkait paham radikalisme dan intoleransi, contohnya jika perguruan tinggi tidak menanamkan undang-undang dasar dan NKRI itu sudah ada indikasi radikalisme dan intoleransi.
"Mari bersama-sama menjauhkan diri dari radikalisme dan intoleransi dan jika ada pelanggaran kami akan tindak," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal bola malam ini 20-21 Mei 2026 menghadirkan final Liga Europa Freiburg vs Aston Villa hingga final ASEAN Club Championship.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag