Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Presiden Turki Tayyip Erdogan/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Hubungan Turki dan Israel memanas, setelah pasukan keamanan Israel membunuh sedikitnya 60 warga Palestina dalam satu aksi protes di perbatasan Gaza. Buntutnya, Turki dan Israel saling usir duta besar.
Aksi pembantaian itu terjadi selama sehari saat terjadi saat AS melakukan pembukaan kedutaan besar di Yerusalem.
Kementerian Luar Negeri memerintahkan Duta Besar Israeli, Eitan Naeh untuk meninggalkan negara itu. Dia diminta untuk berkonsultasi dengan pemerintahnya untuk waktu yang belum ditentukan sebagaimana dikutip situs berita Haarez.com, Rabu (16/5/2018).
Sebagai balasannya, Israel memerintahkan Konsul Turki di Yerusalem, Husnu Gurcan Turkoglu untuk pulang ke negaranya, sedangkan Duta Besar Turki di Tel Aviv telah dipanggil pulang sebelumnya sebagimana juga yang dilakukan terhadap Amerika Serikat.
Turki menjadi salah satu pengecam paling lantang atas tanggapan Israel terhadap unjuk rasa Gaza dan pemindahan kedutaan Amerika Serikat. Negara itu juga menyerukan pertemuan darurat negara Islam pada Jumat mendatang.
Presiden Turki, Tayyip Erdogan, menyebut pertumpahan darah pada Senin (14/5/2018) sebagai yang paling mematikan bagi warga Palestina sejak perang Gaza pada 2014. Erdogan menyebut Israel negara teroris. Untuk itu, pemerintahannya menyatakan tiga hari berkabung.
Juru bicara pemerintah, Bekir Bozdag, mengatakan kepada parlemen, Turki menganggap Amerika Serikat sama-sama bertanggung jawab atas kekerasan di Gaza.
"Darah orang-orang Palestina yang tidak bersalah ada di tangan Amerika Serikat," katanya dan Amerika Serikat adalah bagian dari masalah, bukan solusi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.