Wakapolri: Sopir Truk yang Kena Pungli, Lapor Langsung ke Saya, Saya Kasih Nomor Telepon

Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani Selasa, 08 Mei 2018 18:17 WIB
Wakapolri: Sopir Truk yang Kena Pungli, Lapor Langsung ke Saya, Saya Kasih Nomor Telepon

Wakapolri Syafruddin (kiri) didampingi Kabareskrim Ari Dono Sukmanto menghadiri rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Pansus Hak Angket KPK di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (19/7)./ANTARA-M Agung Rajasa

Harianjogja.com, JAKARTA —Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bakal tegas menindak kasus pungutan liar yang dialami sopir truk.

Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Syafruddin menantang para sopir truk untuk memberikan rekaman tindakan pungutan liar (pungli) yang melibatkan aparat Polri.

Dia mengemukakan polisi zaman dulu dengan saat ini sudah jauh berbeda karena pemerintah sudah memberikan remunerasi yang cukup besar sehingga tidak ada alasan jika dikaitkan dengan penghasilannya yang tidak mumpuni.

“Mereka juga jijiklah mau pungli-pungli yang Rp5.000, Rp10.000 sekarang. Remunerasi besar sekarang polisi itu. Lebih dari gajinya,” sebut Syafruddin di Istana Negara, Selasa (8/5/2018).

Untuk itu, dia meminta para pengemudi truk yang mendapatkan pungli dari aparat kepolisian untuk segera melapor kepadanya. Bagi aparat yang terbukti melakukan pungli, sanksi pemecatan menjadi opsi satu-satunya.

“Langsung ke saya, saya kasih nomor telepon. Tetapi, harus benar. Kalau enggak, kami proses juga dia kalau mau nyari-nyari [kesalahan],” tambah Wakapolri.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan pungli masih melibatkan sejumlah pihak antara lain preman, oknum petugas, dan aparat. Dia juga menyebut banyaknya pungli di jalanan menjadi penyebab tingginya biaya logistik di Indonesia sehingga memacu harga barang lebih tinggi.

"Sudah saya perintahkan langsung Kapolri, Wakapolri segera ditindaklanjuti. [Semua oknum] akan disikat semuanya," tegas Presiden.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis Indonesia

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online