PKS Berkontribusi Memajukan Peradaban Dunia jika Kadernya Jadi Presiden
Partai Keadilan Sejahtera atau PKS ingin berkonstribusi lebih besar untuk Indonesia.
Ketua Majelis Pertimbangan Partai Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (kiri), Ketua Umum Zulkifli Hasan (tengah) dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN III di Bandung, Jawa Barat, Senin (21/8)./ANTARA-Agus Bebeng
Harianjogja.com, JAKARTA – Partai Amanat Nasional (PAN) bersedia menjajaki pembentukan poros koalisi alternatif untuk menantang kutub pengusung Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto di Pemilihan Umum Presiden 2019.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan poros ketiga masih memungkinkan terbentuk. Syaratnya, Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama PAN harus menjalin koalisi.
“PAN, PKB, dan Demokrat gabungan kursinya di DPR 27,85% sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden. Ketiga partai ini juga belum memutuskan secara formal siapa pasangan calonnya,” katanya di Jakarta, Sabtu (5/5/2018).
Viva menuturkan PAN tidak menghendaki Pilpres 2019 diikuti kontestan tunggal. Potensi ini, menurut dia, kian mengecil mengingat Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin mantap mengusung Prabowo.
Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR ini, poros ketiga tergantung dinamika politik hingga batas akhir pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden pada 10 Agutus 2018. Namun, dia tidak mau berandai-andai mengenai kepastian poros alternatif itu.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Didi Irawadi Syamsudin juga mengajak parpol lain berani mengajukan nama selain Jokowi dan Prabowo. Meski demikian, Demokrat tidak menghendaki koalisi sekadar membicarakan pembagian kursi dan jabatan.
“Tapi bagaimana membangun komitmen kerja sama yang dibangun untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Demokrat, lanjut Didi, pernah berkuasa selama dua periode. Karena itu, wajar jika partainya berharap periode kekuasaan 2019-2024 dapat melanjutkan program kerja era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Andaikan kami nanti usung entah capres atau cawapres, komitmen apa yang bisa dibangun bersama?" ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Partai Keadilan Sejahtera atau PKS ingin berkonstribusi lebih besar untuk Indonesia.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.