Dipindah ke Rutan Cipinang, Fredrich Yunadi Kerasan

Newswire
Newswire Kamis, 03 Mei 2018 16:17 WIB
Dipindah ke Rutan Cipinang, Fredrich Yunadi Kerasan

Fredrich Yunadi./Ist-Antara

Harianjogja.com, JAKARTA- Terdakwa Fredrich Yunadi mengaku lebih kerasan di  Rutan Kelas 1 Cipinang Jakarta Timur daripada sebelumnya, di Rumah Tahanan Negara KPK.

"Di sana profesional, kalau situ sewa advokat resmi beda, [pemberian] obat juga sangat bijaksana," kata Fredrich menjelang sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Ia dipindahkan ke Cipinang pada Rabu (2/5/2018) berdasarkan penetapan hakim karena terdakwa meminta dipindahkan dari Rutan KPK yang menurutnya tidak memberikan rasa nyaman.

"Semua kan tergantung dari rutan, keamanan selama tidak melanggar peraturan, tapi yang paling baik maunya sih kita pulang ke rumah, rutan apapun tidak ada yang baik surga saya ya di rumah, asal jangan di rutan KPK," tambah Fredrich.

Menurut Fredrich, di rutan Cipinang keluarganya bisa menemuinya lima kali dalam seminggu, berbeda dengan aturan di Rutan KPK yang hanya bisa dilakukan dua kali seminggu dan pada hari libur nasional.

"Lima kali seminggu itu peraturan, itulah yang melanggar siapa? Mau bawa satu gerobak silakan, kecuali saya membawa sesuatu yang melanggar peraturan, itu yang kita sangat inginkan," ungkap Fredrich.

Namun Fredrich tidak merinci bagaimana makanan yang ia terima di Rutan Cipinang mengingat sebelumnya ia protes terhadap isi bubur kacang ijo yang disediakan di rutan KPK.

"Makanan di sana [Cipinang] jelas, hak asasi manusia dihormati, soal obat semua dikasih tidak ada kesulitan sama sekali ," tambah Fredrich.

Fredrich selaku mantan pengacara Setya Novanto didakwa bersama-sama dengan dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo yang menghindarkan Setnov diperiksa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-Elektronik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online