Jogja Hari Ini Berawan, BMKG Waspadai Hujan di Sejumlah Wilayah
BMKG memprakirakan cuaca Jogja cerah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Simak prakiraan cuaca DIY dan kota-kota besar di Indonesia.
Foto ilustrasi. /Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, MATARAM- Banyak keris-keris hasil karya para empu zaman kerajaan tersimpan di sejumlah museum di Belanda karena memiliki nilai sejarah tinggi.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyatakan Pemerintah Indonesia bisa memulangkan keris-keris tersebut.
"Banyak keris kita di sana. Mestinya bisa dipulangkan kalau pemerintah mau meminta, tapi bagaimana mau pulang, diminta saja tidak," kata Fadli Zon pada pameran Hari Keris Dunia di Taman Mayura, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (2/5/2018).
Ia memperkirakan ada 5000 keris hasil karya nenek moyang bangsa Indonesia yang tersimpan di Volkenkunde Museum dan Tropen Museum, Belanda. Semua benda bersejarah tersebut dibawa dari berbagai peristiwa pada masa Hindia Belanda.
Dari ribuan keris yang berada di tangan Pemerintah Belanda, ada keris beberapa pahlawan nasional, seperti Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, dan Imam Bonjol.
Ada juga keris Singo Barong yang diduga adalah milik pembesar Kerajaan Mataram. Selain itu, ada dari masa puputan Badung dan beberapa puputan di Bali.
"Jadi sebenarnya, pemerintah bisa secara resmi meminta agar Belanda memulangkan keris bersejarah, apalagi yang milik tokoh-tokoh tertentu karena nilai sejarahnya tinggi," ujar Fadli Zon.
Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia ini mengatakan keris sudah menjadi warisan agung budaya dunia dan menjadi bagian dari tradisi budaya nusantara.
Hampir seluruh Indonesia, khususnya di Pulau Lombok, dijumpai artefak keris yang luar biasa dari sisi sejarah dan pusaka. Bahkan estetika yang tinggi dan merupakan kekayaan nasional.
Oleh sebab itu, kata politisi dari Partai Gerindra ini, keris harus terus dilestarikan dan disosialisasikan agar semakin banyak pengoleksi, terutama dari generasi muda.
"Perlu dilakukan semacam kampanye dan edukasi supaya keris tidak dilihat sebagai sesuatu yang selalu dekat dengan mistik, walaupun kita akui hampir semua agama meyakini kegaiban, tapi bukan berati keris itu selalui identik dengan mistik atau klenik," kata pria yang memiliki ribuan koleksi keris ini.
Pameran Hari Keris Dunia di Taman Mayura menampilkan sebanyak 84 keris milik beberapa komunitas pecinta keris dari etnis Sasak (etnis Lombok), Sumbawa, Bali, Pulau Jawa, dan Sulawesi.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan bursa keris, sarasehan, dan peluncuran buku tentang keris Lombok, serta penandatanganan sampul pertama tentang peringatan Hari Keris se-Dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memprakirakan cuaca Jogja cerah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Simak prakiraan cuaca DIY dan kota-kota besar di Indonesia.
KAI Daop 6 Yogyakarta menutup pelintasan tak terjaga di Petak Sentolo-Rewulu. Total 10 perlintasan liar telah ditutup sepanjang 2026.
IHSG diperkirakan menguat didorong rilis PDB kuartal II/2026. Simak rekomendasi saham TINS, BRMS, MEDC, dan TMPO dari BRI Danareksa.
KPK menyebut dugaan korupsi proyek digitalisasi SPBU PT Pertamina 2018–2023 menyebabkan kerugian negara Rp322,18 miliar berdasarkan audit BPK.
BMKG memprakirakan cuaca DIY cerah pada Rabu 5 Agustus 2026. Simak prakiraan suhu dan kelembapan di Kota Jogja hingga Gunungkidul.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.