Pemprov Jateng Butuh 1.800 PNS Baru

Newswire
Newswire Selasa, 24 April 2018 11:00 WIB
Pemprov Jateng Butuh 1.800 PNS Baru

Barisan pegawai negeri sipil (PNS). (Solopos-Dok.)

Harianjogja.com, SEMARANG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merancang perekrutan 1.800 pegawai negeri sipil (PNS) baru. Jumlah itu sudah diusulkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk perekrutan tahun ini.

"Kekurangan PNS yang bekerja di lingkup Pemprov Jateng tidak begitu banyak, meskipun setiap tahun ada 5.000 PNS yang pensiun, tapi relatif masih bisa diatasi dengan optimalisasi kinerja," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng Arief Irwanto di Kota Semarang, Senin (23/4/2018).

Ia berharap ada kuota lebih yang diberikan Kemenpan-RB untuk mengisi kekosongan PNS di Pemprov Jateng karena tidak ada jaminan pengajuan 1.800 PNS baru itu bisa dipenuhi pemerintah pusat. Berdasarkan data yang ada, pada 2013, Pemprov Jateng mengajukan penambahan 2.000 PNS baru, tapi hanya diberi 212 PNS. Sedangkan, pada 2014, mengajukan 1.500 PNS, hanya diberi 168 PNS baru.

"Kalau di lingkup Pemprov Jateng yang kurang paling banyak di infrastruktur, seperti di Bina Marga, ESDM, Perumahan dan Permukiman, itu saja," ujarnya.

Terkait dengan perekrutan PNS pada tahun 2018 ini, Arief mengaku belum tahu persis. "Jika masih menganut undang-undang, semua CPNS wajib mengikuti tes berbasis computer assisted test (CAT), tapi kalau ada ketentuan baru, ya tidak tahu. Sampai hari ini, belum ada kepastian. Kalau tidak ada regulasi baru, berarti ya menggunakan tes, nanti akan diumumkan secara resmi," katanya.

Terkait ketersediaan komputer untuk CAT, Pemprov Jateng mengaku sudah memberikan data kepada pemerintah pusat mengenai berapa jumlah unit yang bisa dimanfaatkan untuk CAT, termasuk mengoptimalkan unit di laboratorium komputer milik SMA dan SMK di Jateng.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Solopos

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online